Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Sudah saatnya Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala diminta untuk segera mencopot Direktur RSUD Langsa Dr Syarbaini guna mengakhiri konflik internal pada Rumah Sakit milik pemerintah itu. Jika tidak, maka di khawatirkan akan terjadi persoalan lain yang lebih besar hingga merugikan rakyat.

"Plt Walikota jangan diam saja duduk manis di balik meja menyaksikan konflik yang terjadi di RSUD Langsa. Seharusnya Plt Walikota tahu sumber konflik di RSUD Langsa adalah akibat manajemen otoriter dr Syarbaini. Jadi, copot saja Syarbaini dari jabatannya dari Direktur RSUD agar konflik selesai dan pelayanan kesehatan terhadap warga Langsa tidak terganggu", demikian dikatakan Koordinator Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Kota Langsa Nasruddin kepada wartawan, Senin (16/1).

Dikatakan Nasruddin, konflik yang terjadi di RSUD Langsa sampai saat ini masih terus berlanjut tanpa ada upaya untuk meredakannya. Sementara kalangan DPRK Langsa yang diharapkan mampu memberikan rekomendasi sebagai solusi untuk mengakhiri konflik internal rumah sakit itu, berbalik arah. Rekomendasi hasil Pansus Dewan untuk RSUD Langsa justeru semakin memperuncing persoalan. Karena Pansus Dewan tidak bekerja profesional dengan hanya menginvestigasi sepihak saja. Akibatnya, konflik terus berlanjut bagaikan api dalam sekam, kata Nasruddin.

Menurutnya, jika konflik RSUD Langsa tidak secepatnya diselesaikan oleh pimpinan daerah maka akan berimbas pada kepercayaan masyafakat terhadap rumah sakit kebanggaan Pemko Langsa itu.

"Kita sudah banyak mendengar kalau warga mulai takut berobat ke RSUD Langsa karena manajemennya sedang ribut. Bisa saja nanti berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan masyarakat seperti salah diagnosa, salah kasi obat, atau lainnya karena para tenaga medis bekerja dibawah tekanan", ujar Nasruddin.

Untuk itu Nasruddin meminta Plt Walikota Langsa Kamaruddin Andala agar segera mengambil langkah-langkah penting dan strategis guna mengakhiri konflik di RSUD Langsa dengan mencopot dr Syarbaini dari jabatannya, dan menggantikan dengan orang lain yang lebih baik.

Jika Plt Walikota Langsa masih tinggal diam menyaksikan konflik yang terjadi, maka sama saja Plt Walikota Langsa turut serta melakukan kezaliman. "Kami ingin kehadiran Plt Walikota Langsa dengan waktu yang singkat ini dapat meninggalkan kesan baik bagi warga Langsa," timpal Nasruddin. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.