Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pedagang eceran di gampong-gampong di Aceh Tamiang menyerbu SBPU Terban, Kecamatan Karang Baru, mereka antre sejak Kamis (19/1/2017) shubuh namun hingga pagi hari, mereka belum mendapatkan minyak bensin.

Pantauan Serambinews.com, Kamis (19/1/2017), seratusan pedagang eceran minyak bensin dari sejumlah Kampong di Aceh Tamiang terlihat duduk di taman-taman dilingkungan SPBU, mereka menunggu jeriken mereka di isi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin oleh petugas SPBU.

Sementara jeriken bersusun panjang bertingkat dua menunggu diisi bensin oleh petugas.
Pedagang eceran, Ngatiman (60) warga Sapta Jaya mengaku, berangkat dari desanya menuju SPBU terban di Karang Baru sejauh 13 kilometer, saat menjelang shubuh untuk membeli minyak bensin dalam jeriken, yang akan dijual eceran kepada pengguna kenderaan roda dua di desanya.

Namun sampai pagi hari, Ngatiman dan pedagang lainnya belum dapat jatah minyak bensin. Sementara di SPBU terdekat dengannya di Kota Kualasimpang sudah habis.

Begitu juga dengan Ratno (42) warga Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, juga berangkat menjelang subuh dari desanya sejuah 25 kilometer untuk membeli minyak bensin, ia juga terpaksa antre karena pihak SPBU tidak menjual bensin dalam jeriken.

“Biasanya beli di SPBU Seumadam, tapi habis sehingga ia mengantre di SPBU terban,” ujarnya
Manager SPBU Terban, Edi Yus mengatakan, BBM masuk ke SPBU Terban jenis Solar pukul 04.05 sebanyak 16 ton, Pertamax delapan ton, Premium 24 ton, sedangkan pertalite masuk kemarian sore dan saat ini sudah habis.

“Pasokan minyak di SPBUnya sesuai dengan permintaan pembelian di PT Pertamina tetap normal, hanya dua hari lalu yang tidak ada pasokannya,” ujarnya .

Namun karena beberapa SPBU lain di Aceh Tamiang ada yang habis BBMnya, membuat pengguna kenderaan menyerbu ke SPBU Terban, sehingga dalam waktu beberapa jam saja BBM sudah habis. Mengenai pedagang eceran jeriken, pihaknya tidak dibenarkan menjual bensin dalam jeriken kecuali Pertalite, Pertamax.

“Serba salah memang dilapangan, namun saya akan meminta petunjuk pimpinan terkait pedagang kecil eceran di kampong yang sudah antri sejak subuh tadi,” ujarnya. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.