Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Panitia pengawas pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Tamiang mengingatkan aparatur pegawai negeri sipil, datok penghulu (kepala desa), serta aparatur desa, tidak terlibat dalam mengkampanyekan pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada Aceh Tamiang. Netralitas para abdi negara ini penting agar Pilkada Tamiang berlangsung secara jujur dan adil.

Ketua Panwaslih Aceh Tamiang, Muhammad Khuwalid didampingi Devisi Humas dan Sosialisasi, Indra Kurniawan kepada Serambi, Senin (9/1) mengatakan, dalam diskusi pilkada yang dilaksanakan Polres Aceh Tamiang

beberapa hari lalu, terungkap ada perangkat kampong menghalangi Paslon tertentu melakukan kampanye di desa mereka, namun untuk Paslon lain iperbolehkan.

“Sesuai PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS, jelas diatur larangan PNS terlibat dalam Pemilu atau Pilkada,” kata Indra.

Khuwalid menambahkan, PNS harus memahami larangan-larangan dalam pilkada. “PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon dengan cara ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS. Termasuk kegiatan mengerahkan PNS lain dan menggunakan fasilitas negara untuk kegiatan kampanye,” ujarnya.

“Namun, jika hanya menghadiri kampanye atau menghadiri undangan, saya bilang boleh boleh saja, tapi jangan pada waktu jam kerja. Selain itu, harus bersikap pasif di arena kampanye.

Juga tidak menggunakan atribut PNS apalagi atribut partai. Ini termasuk untuk datok penghulu dan MDSK beserta perangkatnya,” imbuh Khuwalid.

Khusus untuk perangkat pemerintahan kampong, lanjut Indra, larangan terlibat kampanye tertuang dalam Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Pada pasal 51 disebutkan, perangkat desa dilarang ikut serta dan atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan atau pemilihan kepala daerah.

“Kami memiliki pasukan mencapai 246 orang pengawas hingga di tingkat kampung dan akan ditambah 610 orang lagi pengawas di tingkat TPS. Mudah-mudahan ini bisa dimaksimalkan dan pengawasan kami bias lebih berkualitas,” jelasnya. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.