Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di pantai timur Aceh, mulai dari Aceh Tamiang, Langsa, hingga Aceh Timur, kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya yang bersubsidi seperti Premium dan Solar bersubsidi.

Pantauan Serambi, antrean panjang terjadi di seluruh SPBU di Tamiang, seperti di Seumadam, Bukit Tempurung, Karang Baru, Manyak Payed, Lubuk Punti, hingga ke Sungai Lueng di Langsa dan beberapa SPBU di sepanjang jalan lintas Sumatera kawasan Aceh Timur.

“Kami menduga, pasokan BBM subsidi ini sengaja dikurangi, untuk menggiring masyarakat membeli BBM non-subsidi agar Pertamina bisa meningkatkan keuntungan atas monopoli penjualan BBM di negeri ini,” kata Zulfan (52), warga Aceh Tamiang yang mengaku sudah tiga hari terpaksa membeli BBM dari pengecer, karena BBM di SPBU habis.

Ia menduga hal ini terkait dengan naiknya harga BBM non-subsidi yang mulai diberlakukan pemerintah. Karena stok terbatas, katanya, pemilik SPBU di Tamiang lebih memilih menjual BBM yang tersisa dari pengiriman sebelumnya, kepada pengecer yang berani membeli di atas harga normal. Sehingga pengecer menjual premium eceran dengan harga tinggi.

Manager SPBU Tanah Terban, Edy Yus yang ditanyai Serambi pada Rabu (18/1), mengaku krisis BBM di wilayah ini akibat putusnya pasokan BBM dari Sumatera Utara dalam tiga hari terakhir. “Saya tidak mengetahui penyebabnya,” ujar Edy Yus.

Manajer Komunikasi dan Humas PT Pertamina Area Sumbagut, Fitri Erika, yang dikonfirmasi Rabu (18/1) malam, mengatakan terhentinya pasokan BBM untuk wilayah Langsa dan sekitarnya, akibat terkendala masalah pengangkutan dari terminal BBM Medan (Group Belawan), Sumatera Utara, yang mengandalkan armada mobil tanki.

“Saat ini, Pertamina sudah menambah sembilan unit mobil tangki untuk mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah Langsa dan sekitarnya,” katanya, sambil berjanji pasokan BBM akan segera kembali normal.

Sebelumnya, dalam pemberitaan Serambi edisi Rabu (18/1), ia juga membantahy adanya pembatasan BBM bersubsidi terhadap masyarakat (khusus pengguna sepeda motor).

Penjelasan ini ia sampaikan untuk mengklarifikasi, bahwa tidak ada SPBU yang tak melayani penjualan premium dan solar untuk sepeda motor.

“Saat ini, Pertamina masih tetap melayani penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar, untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.

Ia menambahkan, apabila ada keluhan terhadap layanan produk Pertamina, dapat menghubungi kontak pengaduan di nomor: 1500000 yang didahului dengan kode wilayah, atau membuka website: www.pertamina.com. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.