Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDUNG -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memerintahkan agar jajarannya mengawasi kesejahteraan satwa serta operasional Kebun Binatang Bandung. Rekomendasi tersebut menyusul petisi penutupan Kebun Binatang Bandung karena tidak memperhatikan kesejahteraan beruang madu (Helarctos malayanus) yang tampak kurus dan berperilaku meminta-minta makanan pada pengunjung.

“Perlu dilakukan perbaikan fasilitas dan pengelolaan Kebun Binatang Bandung (KBB), agar dapat lebih baik lagi,” kata Siti Nurbaya dalam siaran pers yang diterima SP, Rabu, 25 Januari 2017.

Dia meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, sebagai kepanjangan tangan pemerintah, mengambil peran pemantauan secara intensif dan berkala terkait pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Prioritas utama adalah penjaminan kesejahteraan satwa koleksi yang ada di lembaga konservasi tersebut.

Sebelumnya, BBKSDA Jawa Barat dan tim independen mengutus dua dokter hewan, satu paramedik satwa, dua animal welfare specialist, dan seorang tenaga administrasi melakukan investigasi mendalam di kebun binatang tersebut sejak 19-22 Januari 2017.

Tim investigasi itu menyimpulkan sebelas beruang madu koleksi Kebun Binatang Bandung dalam kondisi sehat dan mampu beraktivitas secara normal. Termasuk Kardit, beruang berusia antara 23-25 tahun yang menjadi viral di media sosial karena saat berdiri di atas dua kaki belakangnya tampak kurus dan memperlihatkan kebiasaan meminta makanan pada pengunjung.

Berdasarkan pemeriksaan, gigi Kardit sudah tanggal dan tumpul. Hal ini mengindikasikan beruang madu itu sudah tua. Namun demikian, berat badannya sudah jauh lebih baik dibandingkan pemeriksaan Kebun Binatang Bandung pada bulan Mei 2016 saat Yani, gajah sumatera (Elephas maximus) mati.

Dalam waktu dekat, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bakal mempertemukan Yayasan Margasatwa Tamansari Bandung sebagai pengelola kebun binatang dengan Yayasan Scorpion Indonesia yang menggunggah video beruang madu Kardit sekaligus penggagas petisi penutupan Kebun Binatang Bandung. Pertemuan itu terkait langkah-langkah penegakan hukum.

Yayasan Margasatwa Tamansari Bandung saat ini mengelola kawasan seluas 13 hektare di dekat kampus Institut Teknologi Bandung. Dalam kawasan itu ada 890 satwa dari 213 spesies. Untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti pakan satwa dan gaji pegawai, yayasan tersebut mengandalkan pemasukan dari tiket seharga Rp25 ribu.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Sustyo Iriyono menyatakan siap melaksanakan rekomendasi tersebut. Malah dia sudah membentuk tim khusus untuk mengawal perintah pengawasan Kebun Binatang Bandung tersebut.

Investigator Senior Scorpion, Marison Guciano menyambut baik undangan dari kementerian karena pihaknya bisa memaparkan pandangannya terkait hasil pemeriksaan tim bentukan kementerian tersebut. Dia juga bakal meminta hasil pemeriksaan yang menyatakan seluruh beruang madu di Kebun Binatang Bandung dalam kondisi sehat.

Secara terpisah, Koordinator Profauna Jawa Barat Rinda Aunilah Sirait meminta agar pengawasan terhadap Kebun Binatang Bandung tetap menjadikan animal welfare sebagai pendekatan utamanya.

“Kualitas rehabilitasi atau konservasi tetap harus diperhatikan, minimal mengambil pelajaran dari dua kasus terakhir,” tutur Rinda merunut pada kejadian matinya gajah Yani dan kondisi beruang madu yang kurus. [] Beritasatu.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.