Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LHOKSEUMAWE -- Sidang Kasus salah transfusi yang terjadi di RS Arun kembali disidangkan pada Senin (16/01), sidang tersebut digelar untuk yang kelima kali dengan agenda pemeriksaan saksi.

Adapun saksi yang diperiksa adalah Badriah Daud (56), FA (anak korban) dan R (anak korban). Sidang tersebut juga memeriksa dua orang petugas medis yang berasal dari RS Arun dari belasan saksi yang telah mendapatkan surat panggilan sebagai saksi.

Sidang yang terbuka untuk umum tersebut dibuka oleh Ainal Mardhiah, SH., MH. Selaku Ketua Majelis dan M Kasim, SH serta Mukhtar, SH., MH selaku Hakim Anggota. Sidang tersebut juga dihadiri oleh Agus Salim Tampubolon, SH selaku Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa MT yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya.

Korban dan keluarga Badriah juga didampingi oleh Fauzan, S.H. dan M. Chaleb, SH selaku Kuasa Hukum korban untuk memantau jalannya persidangan.

“Sidang tersebut sudah dilaksanakan setidaknya 5 (lima) kali dengan hari ini, saya sebelumya tidak tahu bahwa sidang atas perkara salah transfusi ini sudah di gelar, saya tahu sidang telah digelar sebanyak itu karena keluarga mendapatkan surat panggilan sebagai saksi”, kata Fauzan selaku Koordinator LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe.

”Dari kesaksian para saksi kemarin menurut pantauan saya tergambar kelalaian atas salah transfusi darah terhadap korban bukanlah berasal dari satu orang saja melainkan banyak orang yang terlibat dalam kelalaian tersebut, sehingga pembebanan tanggung jawab hukum secara pidana harus benar-benar jeli dilakukan oleh Majelis Hakim maupun Jaksa Penuntut Umum namun kita harus pahami bahwa ini sedang dalam proses, kita tunggu saja hasilnya”, pungkas Fauzan.

Setelah pemeriksaan 5 (lima) orang saksi dilakukan, sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan pada senin, 23 Januari 2017.

“Kami akan terus memantau persidangan hingga selesai, dan harapan kami dan keluarga tentu ingin persidangan ini dapat menemukan suatu tujuan utama dari hukum yaitu "Keadilan". Dan saya berharap karena karena Kepolisian memisahkan dua berkas perkara, berkas satunya lagi yang terkait dengan salah transfusi ini yang masih di kepolisian juga dapat segera lengkap dan disidangkan” tutup Fauzan. [] Red-TN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.