Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Pihak kepolisian Polres Langsa diminta terapkan Undang- Undang Perlindungan Anak (UUPA) pada kasus perkosaan di Kebun Sawit PTPN I Langsa yang menimpa, sebut saja Bunga (16), pada Jumat (9/12) silam.

Hal itu disampaikan oleh tim pensehat hukum keluarga Bunga, yang terdiri dari Murhadi SH, Suhela Hera Wati SH, Dian Yuliani SH, dan Khairuddin SH, kepada wartawan Sabtu (14/1).

Murhadi SH menambahkan, para pelaku terdiri dari, Frengky (35) oknum PNS di Aceh Timur, warga Dusun Merpati Desa Pondok Pabrik Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, Serta Zulambri (32) dari Dusun Merpati Desa Pondok Pabrik Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa.

Murhadi SH, mengatakan pihaknya mendesak kepada pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini secepatnya tanpa ragu. Pasalnya, kasus ini menimpa anak di bawah umur dan para pelaku harus menerima hukuman yang setimpal.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa kasus ini bersifat khusus (lex specialis) sehingga tidaklah tepat menerapkan Qanun Aceh tentang Khalwat. Pasalnya, perkosaan itu bukan Khalwat yang sifatnya asusila semata, tetapi merupakan kejahatan yang serius terhadap anak dibawah umur, ujar Murhadi.

“Di samping itu tambah Suhela Hera Wati, SH, ini kekerasan sexual pada anak di bawah umur adalah Extra Ordinary Crime yang dipastikan akan merusak citra Aceh sebagai satu- satunya propinsi di Indonesia yang menegakkan hukum syariat Islam”.

Sehingga pengakuan dari tersangka dan korban sudah merupakan bukti yang sulit dibantahkan. Oleh karenanya, baik pihak polisi ataupun penuntut umum tak ada alasan untuk memperlambat kasus ini.

“Kita hanya ingin aparat penegak hukum berani secara tegas menegakkan hukum dalam kasus ini, tanpa mengingkari dan melupakan keberadaan UU Perlindungan Anak”, tutup Suhela HeraWati SH.

Orang tua Bunga Abdul Muthalib alias Talib (61) (Foto) yang berhasil dijumpai mengatakan, dalam kasus ini kami menyerahkan semua kepada tim kuasa hukum. Namun demikian kami sangat mengharapkan semua pihak dapat memantau proses kasus ini hingga ke meja hijau dan tsk dapat hukuman yang setimpal atas perbuatan nya, tutup Talib. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.