Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MEDAN -- Gempa bumi yang mengguncang Medan dan sejumlah kawasan di Sumatera Utara (Sumut), Senin (16/1) malam merusak bangunan mal dan rumah termasuk terimbas pada Bandara Kualanamu.

Badan SAR Medan sendiri belum menerima laporan adanya korban jiwa, namun langsung menyiagakan helikopter.

Kerusakan parah terjadi pada bangunan Mal Medan Focal Point di Jalan Ringroad, Medan Sunggal.

Pintu depan yang terbuat dari kaca hancur akibat guncangan gempa. Ruangan di lantai satu juga terlihat berantakkan akibat plafon yang berjatuhan dari lantai atas.

Seorang pengunjung, Ryan mengatakan ketika itu suasana sangat tidak terkendali. Pengunjung saling mendahului untuk ke luar gedung karena takut tetimpa plafon yang ambruk. “Untungnya tidak ada korban. Semua pengunjung selamat,” kata Ryan.

Guncangan gempa yang terjadi pukul 19.42 WIB ini lebih terasa di kawasan Kabupaten Karo, Sumut.

Bahkan satu unit rumah di Desa Ujungpayung, Kecamatan Payung, Karo roboh. Rumah milik Rinaldi Ginting (22) itu ambruk di bagian atap dan menimpa satu unit mobil. Rinaldi sendiri bersama istri dan anaknya selamat.

“Untungnya ambruk ka arah luar, jadi si Rinaldi tidak tertimpa,” kata Kepala Desa Ujungpayung, Simon Jumora.

Simon mengatakan, gempa yang mengguncang desanya terjadi berulang kali. Namun guncangan paling kuat dirasakan pukul 19.42 WIB.

Musibah ini membuat warga trauma, sehingga jelang tengah malam, masih banyak warga yang belum berani masuk ke rumah.

“Tidak terhitung berapa kali gempa di sini. Sekarang ini masih banyak warga takut masuk ke rumah,” ujarnya.

Gempa juga menyebabkan kerusakan kecil pada ujung landasan 05 Bandara Kualanamu, Deliserdang. Landasan yang biasa digunakan untuk lepas landas sekaligus mendarat sedikit begelombang.

“Ada sedikit lendutan (gelombang) di ujung runway 05. Untuk sementara tidak digunakan,” kata Plt Manajer Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto.

Meski begitu, Wisnu tidak bisa memastikan apakah lendutan itu disebabkan gempa bumi.

“Jadi setelah gempa, kita langsung cek seluruh kondisi, di situ ditemukan lendutan. Jadi tidak tahu apakah memang karena dampak gempa,” tuturnya.

Kondisi ini menurutnya tidak fatal, karena Bandara Kualanamu memiliki panjang landasan 3.750 meter, sehingga aktivitas lepas landas dan mendarat bisa dialihkan ke landasan 23. “Jadwal penerbangan tidak ada yang bergeser, semuanya berjalan normal.

Termasuk kondisi gedung juga tidak ada yang rusak, clear,” tandasnya.
Kepala Kantor SAR Medan, Zainul Tahar mengungkapkan pihaknya langsung bersiaga 24 jam.

Ada dua tim yang dibentuk Zainul dengan kekuatan personel 20 orang. Bahkan satu unit helikopter turut mereka siagakan.

“Saat ini kita siaga 24 jam. Ada 20 personel yang didukung satu unit helikopter untuk membantu kinerja kita bila dibutuhkan,” kata Zainul.

Hingga menjelang tengah malam, Zainul mengatakan pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya korban.

“Sejauh ini belum ada laporan. Kita berharap juga begitu, semoga semuanya berjalan baik,” tukasnya. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.