Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH - Abdullah Puteh, calon gubernur Aceh dari jalur independen didampingi Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH sebagai kuasa hukumnya, Jumat (6/1) pagi mendatangi Polda Aceh. Puteh melaporkan pencemaran nama baik dan fitnah yang ditujukan kepada dirinya sejak beberapa waktu terakhir yang menyebutkan dia punya adik pendeta.

Puteh melapor seseorang yang belum dikenalnya, berinisial TPS. Orang tersebut dipolisikan lantaran menulis sebuah artikel pada media online lokal Sumatera Utara yang diterbitkan pada 16 November 2015. Dalam artikel itu, penulis menyebut Abdullah Puteh adalah abang kandung dari Mahezza Puteh, seorang pendeta di Samosir, Sumatera Utara.

“Yang kita laporkan kepada polisi hari ini adalah satu pencemaran nama baik yang dilakukan oleh seseorang melalui media sosial. Dia memberitakan saya punya adik kandung seorang pendeta yang sangat berbahaya, namanya Mahezza Puteh,” kata Abdullah Puteh saat diwawancarai Serambi di sela-sela melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh.

Puteh sendiri mengaku baru saja mengetahui artikel tersebut, meski sudah diterbitkan sejak 2015. Memang, amatan Serambi, isu tersebut sempat merebak di media sosial sejak debat kandidat cagub Aceh pada 22 Desember 2016 di Hermes Hotel Banda Aceh. Beberapa foto Mahezza Puteh sempat tersebar melalui media sosial. Ia dikatakan hadir dalam debat kandidat malam itu dan dikait-kaitkan dengan Abdullah Puteh. Ia disebut sebagai adik dari mantan gubernur Aceh tersebut.

“Padahal, saya seorang yang tidak punya adik, baik adik kandung maupun adik tiri. Kemungkinan itu dikait-kaitkan karena ada putehnya, padahal nggak semua yang ada puteh itu ada kaitannya dengan saya,” kata Abdullah Puteh ditemani wakilnya, Sayed Mustafa Usab dan sejumlah sahabatnya.

Puteh mensinyalir, penyebaran isu tersebut dengan maksud tak baik bagi dirinya. Ia menengarai ada pihak-pihak yang ingin membunuh karakternya. “Jadi saya keberatan, saya belum kenal yang bersangkutan, tapi saya pernah dengan dia itu pendeta,” pungkas Puteh.

Kuasa Hukum Abdullah Puteh, Safaruddin SH kepada media menegaskan, berita tersebut telah mengganggu Abdullah Puteh secara psikologis dan kebatinan. Berita itu juga telah mengusik pribadi Abdullah Puteh berikut dengan keluarganya.

“Apalagi ini momentum pilkada dan berita itu jadi konsumsi yang ingin menyerang dan membunuh karakter Pak Puteh dalam pilkada. Kita berharap, yang membuat dan menyebarkannya mendapat sanksi tegas, seolah apa yang diberitakan itu benar, padahal itu fitnah,” pungkas Safaruddin. [] aceh.tribunews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.