Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, -- LHOKSEUMAWE. Bank Indonesia Lhokseumawe melakukan sosialisasi dan edukasi uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Aula gedung tersebut Kamis (12/1) yang dihadiri sekitar 130 orang peserta berasal dari kalangan birokrat, akademisi dan lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yufrizal dalam kesempatan itu mengingatkan uang baru TE 2016 merupakan alat transaksi yang sah berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Jadi, jika ada isu yang mengganggu kestabilan uang rupiah, itu semuanya adalah hoax.

BI, urainya, dengan kewenangan yang dimiliki yakni menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan, tetap konsisten sebagai lembaga satu-satunya yang berwenang mengedarkan uang rupiah kepada masyarakat.

"Sehingga uang yang dicetak dan diedarkan ditengah-tengah masyarakat, selalu bisa dipertanggungjawabkan, karena sudah melalui proses dan tahapan yang terukur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Diharapkan dengan sosialisasi dan edukasi yang disampaikan bisa memperkuat dan mempertegas bahwa uang baru TE 2016 tidak ada masalah dan sudah sah menjadi alat pembayaran yang sah diwilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Yufrizal, juga mengutip pidato Presiden Jokowi saat peluncuran uang baru TE 2016, 19 Desember tahun lalu, disebutkan "Saya rasa penting, saya sampaikan bahwa kalau kita cinta rupiah, maka kita tidak perlu membuat dan menyebarkan gosip-gosip aneh dan kabar-kabar bohong tentang rupiah.

Karena menghina rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Ingat bahwa rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan. [] medanbisnisdaily.com, photo : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.