Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, ACEH TAMIANG -- Mencermati dinamika politik di Pilkada Aceh menjelang satu bulan di hari H, dimana para pasangan calon dan tim suksesnya bukan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat Aceh maupun penyadaran agar berpartisipasi dalam Pilkada. Tetapi memberikan tontonan kekerasan dan intimidasi sesama mereka tanpa memperhatikan dampaknya bagi masyarakat Aceh, demikian disampaikan Aryos Nivada dalam pers rilis yang diterima TamiangNews.com, Kamis (05/01).

Pengamat Politik dan Keamanan dan juga Peneliti Jaringan Survei Inisiatif itu mengatakan, "Sudah saatnya cara-cara kekerasan dan intimidasi harus ditinggalkan dalam berpolitik meraih kekuasaan, karena Aceh paska damai dalam konteks Pilkada harus memberikan perbedaan positif yang lebih baik dari sebelumnya".

Lebih lanjut diharapkan, "Biarkan masyarakat Aceh menentukan pilihannya dengan bebas tanpa ketakutan. Semakin takut masyarakat semakin menurun partisipasi di Pilkada. Sangat rasional itu terjadi. Namun saya optimis masyarakat Aceh akan melawan bentuk-bentuk intimidiasi dan kekerasan dengan melaporkan kepada Panwaslih dan aparat penegak hukum. Terpenting jangan berdiam diri terhadap intimidasi dan kekerasan, tapi laporkan. Dikarenakan laporan dari masyarakat Aceh sangat dibutuhkan guna menindaklanjuti ke jalur hukum yang diatur dalam UU Pilkada, Qanun Pilkada, dan Peraturan KPU", ungkap Aryos Nivada.

Terpenting diperlukan kesadaran diri dari Paslon dan tim suksesnya agar tidak melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan. Jika tidak ada kesadaran tetap saja jalannya Pilkada dan Pemilu di warnai kekerasan dan intimidasi.

Kualitas dari Pilkada saat ini sangat ditentukan keberanian bersikap dan menentukan pilihan kandidatnya yang diyakinkan membawa perubahan. Jangan mau rugi lima tahun ke depannya. Sehinggga partisipasi masyarakat Aceh dalam memberikan suaranya kepada para kandidat di Pilkada Aceh, sangat menentukan jalannya pemerintahan dan pembangunan ke depannya.

Aryos juga mengajak kepada seluruh masyarakat Aceh untuk mempelajari rekam jejak seluruh kandidatnya serta mempelajari visi dan misi mereka semua. Barulah menentukan pilihan kepada salah satu kandidat dari enam kandidat yang ikutserta pada Pilkada 2017 saat ini. "Mari kita semua tanpa terkecuali menjaga jalannya Pilkada dengan damai tanpa intimidasi dan kekerasan". [] Red-TN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.