Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, ACEH TIMUR --  Ratusan warga Gampong Pante Kera termasuk Tampur Paloh dan sekitarnya yang masuk dalam wilayah Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, hingga saat ini masih menggunakan rakit untuk sarana penyeberangan, karena tidak adanya jembatan untuk mengakses wilayah yang diapit dua sungai besar ini.

“Warga meminta Pemkab Aceh Timur atau Pemprov Aceh membangun jembatan penghubung antargampong, karena selama bertahun-tahun mereka terpaksa menggunakan rakit yang rawan menelan korban,” kata Mat Rais SE, anggota DPRK Aceh Timur dari Dapil ini, Senin (5/12).

Ia mengungkapkan, warga dari Dusun Pante Cermin termasuk anak-anak yang bersekolah di Gampong Pante Kera, setiap hari mempertaruhkan nyawa menyeberangi sugnai menggunakan rakit yang tak layak menjadi sarana penyeberangan. Karena sangat membahayakan terutama saat musim hujan.

Sedangkan, warga Pante Kera yang hendak ke pusat kecamatan di Gampong Simpang Jernih, harus menggunakan getek (rakit yang ditarik dengan tali). “Pemerintah sudah seharusnya membangun sarana yang lebih layak untuk masyarakat di kawasan ini,” ujarnya.

Aanggota DPRK Aceh Timur, Mat Rais, mengatakan bahwa warga sudah mengajukan pembangunan jembatan Bailey dari Gampong Pante Kera ke Gampong Simpang Jernih yang jaraknya sekitar 100 meter.

Sedangkan dari Dusun Pante Cermin ke Gampong Pante Kera juga sudah diusul pembangunan jembatan gantung sepanjang 50 meter.

“Kami berharap tahun 2017, pembangunan kedua jembatan itu bisa direalisasikan,” pinta Mat Rais, mewakili masyarakat di daerah pemilihannya itu. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.