Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Amir Hamzah, seorang warga Desa Balai, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang melaporkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Muhammad Nuh ke polsek setempat.

Laporan itu buntut dari kasus pemukulan yang dilakukan anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) terhadap Amir Hamzah.

Kapolsek Bendahara, Iptu Tavip Preawen menyatakan berdasarkan laporan korban pada Penyidik Polsek Bendahara, peristiwa pemukulan tersebut berawal dari cekcok mulut antara korban dan Muhammad Nuh.

"Tentang pembagian jatah bibit kelapa sawit bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Aceh melalui Dinas Kehutanan Kabupaten Aceh Tamiang pada beberapa warga di desa Balai," sebut Iptu Tavip Preawen yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Rabu (7/12).

Untuk diketahui, Amir Hamzah merupakan salah satu dari lima warga Gampong Balai penerima bantuan bibit kelapa sawit dari Dinas Kehutan Provinsi Aceh,

Selain Amir Hamzah, empat warga yang juga mendapat bantuan bibit kelapa sawit yakni Muhammad Nuh, Abdul Manaf, Zul Azmi dan Selamat.

Disebutkan Iptu Tavip Preawen, pertengkaran antara korban dan Muhammad Nuh tentang pembagian bibit kelapa sawit tersebut terjadi beberapa waktu lalu yang sempat dilaporkan kepada Datuk Penghulu (Kades) Desa Balai untuk diselesaikan secara masyawarah.

"Namun penyelesaian secara damai yang juga dihadiri oleh petugas lapangan Dinas Kehutanan Aceh Tamiang, Mahyuddin itu tidak terlaksana karena Muhammad Nuh ketika itu berhalangan hadir," imbuhnya.

Perselisihan masalah pembagian jatah bibit sawit antara Amir, tersebut akhirnya berbuntut panjang. Pemukulan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, persis di depan sebuah warung kopi.

Tidak terima atas aksi main hakim sendiri yang dilakukan Muhammad Nuh tersebut, Amir langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bendahara, agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. [] jawapos.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.