Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURABAYA --Tim robot Ichiro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih gelar juara umum pada ajang Federation of International Robot-Soccer Association Humanoid Robot Cup (FIRA Hurocup) 2016 di Beijing, pada 14 – 18 Desember 2016. Dari 10 kategori yang dilombakan, tim Ichiro mengikuti enam kategori dan meraih delapan medali emas.

Ketua Tim Ichiro ITS, Satria Hafizuddhin, mengaku perjuangan untuk bisa menjadi juara umum tidak mudah. Sebelumnya, pada hari pertama tim Ichiro sempat mengalami kendala.

Tim ITS mengaku kewalahan menghadapi masalah ketidaksesuaian informasi dengan peraturan yang berlaku. "Terdapat beberapa perbedaan peraturan yang berlaku pada hari pertama dengan peraturan yang disepakati pada technical meeting sebelumnya," kata Satria melalui keterangan resmi, Senin (19/12).

Selain peraturan, lanjut Satria, kondisi lapangan juga kurang menguntungkan. Lingkungan lomba yang dipaparkan tampak berbeda dengan kondisi nyatanya. "Hal ini mempengaruhi performa Ichiro dalam mengikuti pertandingan," ungkap mahasiswa Departemen Teknik Elektro tersebut.

Menurutnya, tim lawan dari negara lain juga berpendapat sama. Peserta FIRA banyak yang merasa kesusahan mendapatkan poin. Meski demikian, tim Ichiro tetap optimistis sembari menyesuaikan dengan peraturan yang baru mereka temukan.

Alhasil, robot Ichiro I meraih tiga medali emas dan satu medali perak dengan perolehan Juara 1 Kategori Marathon, Juara 1 kategori Sprint, Juara 1 kategori Soccer, dan Juara 2 kategori halang rintang. Selain itu, dari sekian banyak juara yang diraih dengan total skor 38, robot Ichiro I memperoleh tambahan penghargaan sebagai Juara Umum III.

Sementara robot Ichiro II mampu mengantongi tiga medali perak dan satu medali perunggu dengan perolehan Juara 2 kategori Marathon, Juara 2 kategori Sprint, Juara 2 kategori Soccer, dan Juara 3 kategori Weight Lifting. Pencapaian total skor 40 membuat robot Ichiro II dinobatkan sebagai Juara Umum II.

Satria menyatakan, capaian ini tak lepas dari dukungan dosen pembimbing tim Ichiro, Muhtadin, pendamping tim Ichiro, Rudhy Ivan Noor selaku pengurus IKOMA ITS bagian Pendidikan dan Iptek, keluarga besar ITS, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.

Sebagai dosen pembimbing, Muhtadin merasa bangga terhadap prestasi yang dicapai anak didiknya. "Alhamdulillah, capaian ini sangat memuaskan. Terutama, kami bersyukur dapat mengharumkan nama Indonesia dan ITS. Terimakasih atas dukungan yang kuat dari berbagai pihak, dan semangat terus," ucap Muhtadin.

Kompetisi yang digelar selama lima hari ini diikuti 23 tim dari sembilan negara, yakni Cina, Taiwan, Indonesia, Malaysia, India, Meksiko, Kanada, dan Korea Selatan. Ini menjadi momen pertama robot Ichiro menembus kancah internasional.[] republika.co.id photo : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.