Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Banyaknya minat turis asing ke Aceh, terutama mereka yang menikmati perjalanan mewah dengan menggunakan kapal pesiar, membuka peluang bagi pengusaha yang bergerak di sektor kepariwisataan di Aceh untuk menjadi Operator Cruise (kapal pesiar). Harapan itu dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi dalam rapat evaluasi 2016 dan proyeksi tahun 2017 mendatang. “Sebab, selama ini pengusaha Aceh baru mampu menjadi mitra kerja dari Operator Cruise,” katanya.

Reza Pahlevi yang didampingi Kabid Pengembangan Usaha Pariwisata (PUP) Drs Amiruddin dan Kabid Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh, Irmayani mengatakan selama tahun 2016, jumlah kunjungan Kapal Pesiar ke Sabang melampaui dari target. “Pada tahun 2016 ini, kita manargetkan kunjungan Cruise ke Aceh sebanyak 7 kali. Tapi sampai November 2016 ini, jumlah Kapal Pesiar yang merapat di Aceh mencapai 10 kali,” katanya.

Hal serupa juga terjadi lonjakan dari kunjungan Yacht (kapal layar). Dari target 34 yacht yang berkunjung, ternyata hingga saat ini sudah mencapai 37 yacht yang merapat di pelabuhan-pelabuhan di Aceh,” kata Reza Pahlevi di hadapan pelaku dan stake holder pariwisata Aceh. Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh, Dedy T Zaimy, Kadis Budpar Aceh mengatakan pihaknya siap untuk mendukung para pengusaha pariwisata untuk maju bersama.

Untuk tahun 2017 mendatang, Reza Pahlevi menyebutkan Pemerintah akan menggelar SAIL Sabang. “Pada saat itu diperkirakan sebanyak 5.000 orang akan hadir di bekas Pulau Bebas itu,” ujarnya. Namun, tambahnya, banyaknya jumlah tamu yang datang ke Sabang secara bersamaan ternyata belum mampu diimbangi dengan penambahan jumlah hotel dan kamar hotel.

Saat ini, tambah Reza Pahlevi, kamar yang ada di Sabang baru 700 kamar. Sedangkan dengan tamu 5.000 orang, jumlah kamar yang dibutuhkan mencapai 1.700 kamar. “Itu artinya pada saat SAIL Sabang digelar, Desember 2017 mendatang, Sabang diperkirakan masih kekurangan 1.000 kamar hotel dan homestay lagi,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, juga hadir para ketua asosiasi dan stake holder pariwisata, ada Ketua PUTRI (Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia), Zulfitri yang lebih dikenal dengan Joel Bungalaw, Penasihat PHRI Aceh, Twk Anwar, Wakil Ketua ASPERAPI Aceh, Zahlul, Ketua Akari Aceh, Sarjef, Pengurus APJI (Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia), Iskandar, Sekretaris HPI Aceh, dan sejumlah pengusaha travel, hotel, dan restoran di Banda Aceh dan Aceh Besar. [] Serambinews.com, foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.