Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Keributan terkadi berujung baku hantam antar sesame pengurus DPD II KNPI Aceh Tamiang saat menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) 2016 di Grand Arya Hotel, Karang Baru, Rabu (28/12).

Baku hantam dan saling serang antar pengurus tidak dapat dielakan setelah beberapa orang pengurus melontarkan pertanyaan kepada pimpinan rapat yang berkenaan keberadaan DPD II KNPI Aceh Tamiang yang berkaitan dengan munculnya dualisme di tubuh KNPI itu sendiri. Yaitu kubu Jamalauddin dan Zikrullah.

Mendengar jawaban dari pimpinan rapat yang kurang memuaskan, seketika terjadi keributan dengan pelemparan gelas dan piring serta saling kejar dan pukul.

Wakil Sekretaris DPD II KNPI Aceh Tamiang Muhammad Kadafi membenarkan dalam kejadian tersebut dirinya juga mendapat serangan dan saling pukul dari pengurus saat terlibat dalam keributan.

"Terjadinya tidak lama, emosi tiba-tiba tersulut dikarenakan jawaban dari pimpinan rapat yang kurang mengena terkait posisi KNPI Aceh Tamiang di kubu yang mana," ujar Kadafi.

Dia menambahakan, akibat dari kejadian tersebut tidak ada yang mengalami luka serius. Bahkan sesama pengurus sudah saling memaafkan.

Sementara itu Ketua DPP II Aceh Tamiang Adlinur kepada wartawan mengatakan, dalam rapat tersebut sebenarnya tidak tidak membicarakan posisi dualisme KNPI antar Jamaluddin dan Zikrullah.

Melainkan agenda yang direncanakan yaitu membicarakan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan datang.

"Rapim tetap berjalan sampai pukul 15.00 WIB. Terkait keributan yang terjadi itu hal biasa,"ujar Adlinur singkat. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.