Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Pungli'>Saber Pungli) Aceh membekuk seorang pegawai Dinas Cipta Karya (DCK) Aceh berinisial AO di kantin kantor itu yang berada di Jalan Sudirman, Banda Aceh, Rabu (28/12) sekira pukul 18.30 WIB.

Tak hanya AO, tim unit penindakan Pungli'>Saber Pungli Aceh juga menankap M, yang menurut keterangan Tim Pungli'>Saber Pungli, berkedudukan sebagai konsultan pengawas proyek yang sedang dikerjakan.

Info tersebut awalnya diketahui Serambi dari sejumlah grup WhatsApp. Di sisi lain, Irwasda Polda Aceh yang juga Ketua Pelaksana Pungli'>Saber Pungli Aceh, Kombes Pol Dr Darmawan Sutawijaya SE MHum saat dikonfirmasi Serambi membenarkan hal itu.

“Ya benar, ada dua yang OTT (operasi tangkap tangan -red). Keduanya sedang diamankan di Dit Reskrimsus Polda Aceh untuk diperiksa,” kata Kombes Pol Darmawan.

Ia juga menyebutkan, dua orang yang ditangkap itu masing-masing berinisial AO dan M. Sebelumnya, beredar informasi bahwa yang ditangkap itu hanya satu orang dan berinisial ES.
Kombes Pol Darmawan menyebutkan, keduanya dibekuk oleh tim unit penindakan di kantin Kantor DCK sekira pukul 18.30 WIB.

Dari tangan kedua tersangka, lanjut Kombes Pol Darmawan, petugas berhasil mengamankan barang bukti OTT berupa uang Rp 15.500.000. “Dari AO kita amankan 15 juta lima ratus rupiah, kemudian dari M kita amankan lima juta rupiah. Saat ini barang bukti sudah diamankan tim kita untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polda Aceh,” sebutnya.

Kepada Serambi, Kombes Pol Darmawan menyebutkan bahwa AO adalah salah seorang pejabat di DCK Aceh yang saat ini sedang menjabat sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan. Sedangkan M adalah konsultan pengawas di salah satu proyek yang saat ini sedang dikerjakan. “Ada laporan pungli yang mereka lakukan pada proyek pembangunan sarana ibadah dan MCK di Aceh Besar,” sebutnya.

Penangkapan itu dilakukan, karena ada laporan dari masyarakat, tepatnya rekanan, bahwa telah tejadi pungli dengan cara pemintaan uang dengan alasan fee. Tidak hanya masyarakat, tapi para korban juga selama ini melaporkan hal tersebut. “Jadi, ini kita kembangkan dulu kasusnya, saat ini sedang diperiksa keduanya, pelaku bisa dijerat dengan pasal pemerasan dan tindak pidana korupsi,” ujar Kombes Pol Darmawan.

Menurut Darmawan, uang yang berhasil diamankan dari kedua pegawai tersebut terkait proyek rumah ibadah dan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) di Aceh Besar. Kedua terduga pelaku pungli itu telah ditahan di Ditkrimum Polda Aceh. “Mereka bisa disangkakan dengan kasus korupsi atau pemerasan,” kata Darmawan. [] aceh.tribunews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.