Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, PIDIE JAYA - Pasca gempa yang menguncang Pidie Jaya 6.4 Skala Richter, Rabu (7/12/2016), mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

Hingga hari ini bantuan masih terus mengalir untuk korban bencana alam tersebut, baik dari pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal, pusat bahkan Internasional, Selasa (13/12/2016).

Yayasan Geutanyoe juga ambil bagian dalam misi kemanusian tersebut. Selain mendata korban pengungsian di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya secara valid, pihaknya juga memfasilitasi dan membantu menyalurkan bantuan dari beberapa lembaga.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder, yang menjadi perhatian khusus kepada anak-anak dan ibu hamil serta lansia.

Tak hanya itu, YG juga memfasilitasi bantuan kepada 230 penderita kusta di Dusun Baroh, Gampong Mee, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Ketua Posko Penderita Kusta, Kamaruddin mengatakan kami disini berbeda dengan pengungsi lainnya, karena kami penderita kusta.

"Kami disini khusus penderita kusta, kami beda, rumah kami rusak, anak-kami takut pulang ke rumah, kelambu saja baru semalam ada," ungkapnya.

Namun perkataannya Kamaruddin langsung dibantah oleh Zulfadli Kawom dari Yayasan Geutanyoe. "Kita ini semua sama, yang membedakan kita hanya amal ibadah di sisi Allah," sanggahnya.

Selain itu, sumbangan juga diserahkan ke beberapa titik pengungsian yang ada di pedalaman Trienggadeng Pidie Jaya. Jarak tempuh memakan waktu 3 jam untuk menjelajahi ke beberapa gampong yang tidak tersentuh bantuan.

Selama ini masih masih banyak pengungsi yang tak tersentuh disebabkan jarak tempuh yang menghambatnya.[] lintasatjeh.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.