Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Mantan Menteri Keuangan Mari'e Muhammad meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta, Minggu (11/12) pukul 01.40 WIB. Almarhum meninggal dunia pada usia 77 tahun. Sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, almarhum akan disalatkan di Masjid Al Azhar dan diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Taman Brawijaya III Nomor 139 Kebayoran, Jakarta Selatan.

Mari'e yang lahir di Surabaya, 3 April 1939, menjabat menteri keuangan (menkeu) pada masa pemerintahan mantan Presiden Soeharto (1993-1998). Sebelumnya, Mar'ie menjabat direktur jenderal pajak.

Setelah menduduki jabatan menteri, Mari'e dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia selama 10 tahun, mulai 1999 sampai 2009.

Warga Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyatakan berduka namun mengikhlaskan kepergian mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad untuk selama-lamanya. Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Mahfud MD mengenang Mar'ie.

"Hidupnya sangat sederhana. Sampai menjelang akhir hayat beliau masih peduli pada perkembangan bangsa dan negara," kata Mahfud, Minggu (11/12/2016). Julukan untuk Mar'ie yakni Mr Clean, karena Mar'ie dikenal sebagai sosok yang bersih lagi lurus. Sikap seperti itu dia jalankan secara konsisten.

"Pak Mar'ie memang pemimpin dan aktivis yang istiqamah alias lurus," kata Mahfud. Bukti konsistensi dirinya menempuh jalan hidup sederahana, dia tidak akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir. Mar'ie selalu mengingatkan kepada Mahfud dan kawan-kawan agar selalu berjuang dan tetap sederahana dalam hidup.

Satu kenangan yang diingat Mahfud, yakni saat menjenguk Mar'ie di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Cawang Jakarta Tumur. Kala itu, dokter memberitahukan Mar'ie sudah empat hari tidak bergerak.

"Ketika saya dan sekjen KAHMI, Bendahara KAHMI dan Ketum PBHMI datang dokter membisikkan di telinga beliau bahwa, 'Ada Pak Mahfud MD dari KAHMI dan HMI' ternyata beliau mulai berusaha bergerak. Kelopak matanya sedikit bergerak dan berlinang air. Setelah itu tangannya bergerak dengan lemah. Kata dokter, 'Pak itu mau salaman dengan Bapak'. Saya jawab, 'Itu ada jarum infus, saya tak berani memegang tangannya, nanti sakit.'

Tapi dokter bilang tak apa-apa. 'Pak Mar'ie ingin menyalami Bapak', kata dokter. Selama saya di sana selama 30 menit, beliau terus menggerakkan tangan dengan lemah, memberi isyarat bahwa beliau mendengar semua yang saya bicarakan dengan Bu Mar'ie," tutur Mahfud. [] Detik.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.