Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bumi menggelar kegiatan refleksi 10 tahun banjir bandang Aceh Tamiang tahun 2006 sebagai wujud nyata dari jejaring antar masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan Aceh Tamiang yang siap siaga menghadapi bencana banjir , yang berlangsung di aula Setdakab Aceh Tamiang, Rabu (28/12).

"Bencana banjir di Aceh Tamiang selalu mengancam setiap tahunnya," kata Ketua LSM Bumi Aceh Tamiang Sugiono kepada MedanBisnis usai dilaksanakannya kegiatan tersebut.

Dikatakannya, tujuan dilakukanya kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan secara bersama-sama menjaga lingkungan dan melestarikan alam.

Menurut Sugiono, tujuan lainnya untuk mendorong kesadaran semua elemen masyarakat dan pemerintah akan pentingnya mitigasi bencana, mendapatkan informasi mengenai upaya dan arah serta kebijakan yang dilakukan Pemerintah Aceh Tamiang dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana banjir.

"Mengampanyekan cinta alam dan lingkungan, terjalinnya jejaring atau kerjasama antar pemangku kepentingan dengan masyarakat dan adanya komitmen dari Pemerintah daerah untuk perbaikan hutan dan lingkungan guna mereduksi bencana banjir," ujar Sugiono.

Sugiono menjelaskan, yang mengikuti diskusi publik terdiri dari unsur Tagana, PMI, LSM, ORARI, RAPI dan elemen masyarakat lain.

"Diharapkan peserta akan termotivasi untuk berkontribusi dalam kesiap-siagaan menghadapi siklus banjir bandang, serta menumbuhkan kesadaran bersama menjaga lingkungan lestari," katanya.

Acara tersebut dibuka Sekda Razuardi Ibrahim, dan nara sumber dihadirkan dari lembaga Hutan Alam Lingkungan Aceh Agung Dwi Nur Cahya, M Husni dari BPBD Aceh Tamiang serta Azmeri dari Unsyiah Banda Aceh. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.