Dilihat 0 kali

TamiangNews.com -- Pagi masih gelap. Jarum jam menunjukkan pukul 05.03 WIB. Lantunan ayat suci Al Quran sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Di sebuah kamar rumah toko (ruko) lantai 2, Nisa Karya (27) masih terlelap.

Ia tiba-tiba merasakan gemuruh menggetarkan dinding dan lantai kamarnya. Segala yang ada berjatuhan, berantakan. Bumi berguncang hebat.

Bruuukkk! Dalam hitungan detik, ruko itu ambruk disusul padamnya arus listrik. Suasana gelap dan pengap.
Nisa merasakan tubuhnya terjerembap di antara puing-puing bangunan.

Ketika hari sudah pagi dan mulai terang, saya melihat ada cahaya dari luar, lalu saya merayap sambil mencari sumber cahaya dan berusaha keluar, sembari minta tolong dari warga yang ada di luar," ujarnya saat ditemui Serambi di Mushala SPBU Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, Rabu (7/12/2016).

Karyawan SPBU Ulee Gle ini adalah satu di antara banyak korban yang selamat dalam peristiwa gempa 6,5 skala Richter yang mengguncang Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, dan sebagian wilayah Aceh lainnya.

Setidaknya hingga tadi malam 68 korban dinyatakan tewas dan lainnya masih tertimbun reruntuhan dalam proses evakuasi.

Tak dapat dimungkiri, sebagian besar korban tewas karena tertimpa bangunan. Namun, sebagian korban lainnya selamat setelah berjuang keluar dari puing-puing yang mengimpit tubuh mereka.

Nisa adalah salah seorang dari para korban yang bernasib lebih baik. Warga Rambong Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya (Abdya), ini selamat dari reruntuhan ruko yang ambruk setelah diguncang gempa.
Namun, perjuangannya keluar dari reruntuhan adalah sebuah keajaiban.[] Serambi Indonesia, ilustrasi, Fhoto.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.