Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Selama seminggu terakhir harga emas mulai menurun Rp 100.000/mayam dan hingga Jumat (9/12), harga emas Rp 1.650.000 per manyam. Sebelumnya harga “si kuning” ini mencapai Rp 1.750.000/mayam, belum termasuk ongkos buat. Pemilik Toko Emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal mengatakan turunnya harga emas selama seminggu ini disebabkan harga emas dunia menurun dari 1.250 per ounce, kini di kisaran 1.150 per ounce. Artinya menurun 100 Dollar Amerika, serta rupiah yang menguat dibanding dengan Dollar Amerika.

“Selama tahun 2016 baru ini harga yang terendah. Pernah banyak turun harga emasnya tapi sudah lama yaitu tahun 2014 dengan harga Rp 1.550.000 per manyam. Tapi itu sangat kecil bisa terjadi kembali di harga segitu,” ujarnya.

Turunnya harga emas ini, dikatakan Murizal banyak dimanfaatkan masyarakat terutama kaum ibu untuk langsung membelinya baik itu dalam manyam kecil maupun besar. “Tergantung dari dana yang dimiliki. Transaksinya lumanyan meningkat naik 50 persen dari hari-hari biasa, karena masyarakat sudah lama menunggu harga emas turun. Jadi pas dengar kabar emas turun langsung masyarakat beli untuk investasi,” katanya.

Berbagai emas perhiasan yang dibeli yaitu gelang, cincin, rantai tangan, dan kalung. Sementara seorang pembeli, Khadijah warga Lambaro yang ditemui di kawasan yang sama mengaku membeli emas untuk investasi. “Alhamdulillah ada rezeki, pas harga emas hari ini agak murah langsung saya beli walaupun tidak banyak. Daripada nanti naik lagi harganya,” ujarnya. Ia mengaku memilih untuk berinvestasi emas karena selain dapat dipakai, juga dapat langsung dijual saat dibutuhkan. “Kalau harga emas tinggi, saya jual untuk tambahan modal usaha, atau biaya pendidikan anak-anak,” katanya. [] Serambinews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.