Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA - Direktur RSUD Langsa, dr Syarbaini melalui siaran pers yang dikirim staf Humasnya, Amir, menuding buruknya layanan dan kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, akibat kepentingan beberapa oknum di tingkat manajemen dan tenaga medis, sehingga fasilitas yang ada tidak berfungsi optimal. “Hal ini memperburuk kondisi rumah sakit karena banyak fasilitas tidak berfungsi optimal,” tulisnya, menyikapi aksi demo para dokter, perawat dan tenaga administrasi RSUD Langsa yang meminta pencopotan dirinya dari jabatan Dirut RSUD tersebut, Selasa (29/11) lalu.

Menurut Amir, dr Syarbaini mencoba memerbaiki amburadulnya manajemen di RSUD ini, seperti belum memadainya ketersediaan air bersih, sistem pengamanan belum maksimal, pola perekrutan karyawan yang tidak memperhatikan mutu dan undang-undang, serta tugas dan fungsi hanya terpusat kepada beberapa orang saja.

Sebelumnya, sistem pembagian jasa medis juga tidak memenuhi azas pemerataan, tidak adanya komite yang berfungsi mengatur pelayanan, jadwal kunjungan yang tidak diatur, alat-alat medis dan kesehatan tidak terawat. Serta tidak berjalannya pengawasan melekat dan sanksi bagi petugas yang tidak disiplin. Bahkan adanya pungutan-pungutan liar yang memberatkan pasien selama ini di RSUD Langsa itu.

“Ketika hal buruk dalam manajemen ini diperbaiki oleh dr Syarbaini, muncul perlawanan oknum berkepentingan di rumah sakit yang merasa lahannya terusik,” kata Amir.

Humas RSUD Langsa itu mengatakan, masih banyak hal yang perlu dibenahi di RSUD Langsa, agar berdampak pada meningkatnya kepuasan pasien yang membutuhkan pelayanan di rumah sakit ini. “Namun sangat disayangkan, ketika pembenahan ini dilakukan ada sekelompok orang yang tidak senang dengan perubahan tersebut,” imbuhnya.

Staf Humas RSUD Langsa, Amir, mengatakan sejak empat bulan belakangan ini, Dirut RSUD dr Syarbaini bersama pihak manajemen, terus berupaya memperbaiki permasalahan itu guna memajukan dan meningkatkan mutu pelayanan RSUD. Seperti halnya untuk masalah air bersih, telah dipasangi tower penampung air, pemasangan CCTV di setiap ruangan agar semua area pelayanan terpantau dengan baik.

Selain itu manajemen RSUD juga memerbaiki proses rekrutmen pegawai kontrak, dengan mempertimbangkan mutu dan aturan undang-undang. Serta mewajibkan petugas membuat laporan kegiatan. Termasuk menjalankan sistem pembagian jasa remunisasi, sehingga adanya azas pemerataan. “Begitu juga komite-komite sesuai Kepmenkes dan pedoman akreditasi sudah terbentuk dan berjalan,” tandasnya.

Untuk alur masuk pengunjung/keluarga pasien kini juga mulai diatur hanya melalui 3 pintu. Selain itu, dilakukan pembenahan sistem IT, dan dijalankannya sistem pengawasan berjenjang dengan menempel stiker tidak ada pungli. “Termasuk melaksanakan survei awal akreditasi yang sudah lama diidam-idamkan seluruh petugas medis RSUD ini,” ujarnya. [] Serambinews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.