Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok memohon doa untuk kelancaran sidang perdananya. Sidang dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok rencananya digelar Selasa (13/12). Selain meminta doa kelancaran sidang, Ahok juga memohon bimbingan agar dirinya bisa menjadi pemimpin yang meneladani sikap Rasulullah.

"Kita harus jadi pejabat fathanah, amanah yang bisa dipercaya, tanggung jawab yang besar. Ibu saya selalu berpesan untuk meneladani sifat Rasulullah," kata Ahok di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di halaman Masjid Agung Al Huda, Jalan Talang, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12).

Selain itu, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua itu juga mengaku sudah akrab dengan perayaan Maulid Nabi. Alasannya, kata dia, karena sejak kecil dibesarkan di daerah yang mayoritas beragama Islam. "93 persen pemeluk agama Islam (Belitung Timur), saya sejak kecil juga diangkat anak oleh keluarga Andi Baso Amir yang memang Muslim dan keluarga bugis," ucapnya.

Sidang perdana perkara kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Ahok dijadwalkan pada Selasa (13/13) besok yang digelar di bekas gedung PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada. Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah menunjuk lima orang hakim, yakni Dwiarso Budi Santiarto selaku hakim ketua, serta Jupriadi, Abdul Rosyad, Joseph V Rahantoknam, dan I Wayan Wijarna selaku hakim anggota, yang akan menyidangkan kasus Ahok.

Berdasarkan dari penyelidikan, Bareskrim mewawancarai 39 saksi ahli dalam kasus penistaan, pencemaran dan penodaan agama yang tercantum dalam pasal 156 A KUHP. Selain itu Ahok juga dikenakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 ayat 2. [] Republika.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.