Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Selasa sore (6/12), Warga Kota Langsa dihebohkan dengan adanya lambang palu arit yang tergambar jelas di dinding sebelah luar, Kampus IAIN Cot Kala, Desa Meurandeh Langsa Lama. Informasi yang diterima melalui investigasi Gadjah Puteh di lokasi logo partai komunis tersebut, terlihat jelas lambang palu arit tergambar dengan rapi menggunakan cat semprot (cat pylox). Kemungkinan besar digambar dengan mal (cetakan) lalu disemprot dengan cat pylox disertai tulisan Partai Komunis Indonesia, Langsa Aceh NAD.

Sayed Zahirsyah selaku Direktur LSM Gadjah Puteh mengecam keras adanya simbol PKI tersebut. Berarti Partai komunis telah menebar pengaruhnya di Kota Langsa, mereka menyusup di kawasan pinggiran Kota Langsa. Ironinya hal ini sudah mulai masuk lingkungan kampus, tepatnya di tembok Kampus IAIN Cot Kala bagian luar.

“Aceh sudah darurat PKI, kadernya sangat kita yakini sedang menebar pengaruhnya di Kota syariat ini, hal ini terbukti dengan telah menyebarnya logo gerakan terlarang tersebut,” ujar Sayed dengan nada kesal.

Menurut Sayed, jika kita tidak waspada, maka waktu saja yang akan membuktikan seberapa hebat mereka akan meracuni dan merusak ideologi bangsa ini. Para pemimpin, aparat keamanan dan seluruh masyarakat harus memberantas gerakan terlarang ini disetiap penjuru NKRI.

“Para tokoh masyarakat dan pemimpin daerah jangan hanya mabuk dengan pilkada saja, kelalaian dan euforia politik membuat banyak pihak lengah dan kondisi ini dimanfaatkan oleh kader PKI,” tegas Sayed.

Dirinya menambahkan, melihat lokasi dan objek logo yang tergambar di tembok kampus dan tepat bersebelahan dengan perkebunan kelapa sawit, menjadikan indikasi awal bahwa PKI memang punya sejarah yang erat di wilayah perkebunan, seperti perkebunan karet pada masa lalu, di sanalah mereka lebih mudah menyebarkan paham ini.

“Masyarakat awam di kawasan kebun dan para generasi muda terutama pelajar dan mahasiswa adalah sasaran empuk mereka, yang siap dijadikan sebagai corong penyebar paham komunis paling efektif,” tambah Sayed.

“Ideologi kita sedang dirong-rong, agama dan negara sedang dirusak, kita tidak boleh lengah sedikitpun, seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif serta membumi hanguskan organisasi laknat ini dan kami sangat berharap penegak hukum mampu mengungkap pelaku yang menggambar simbol terlarang ini,” tutup aktivis yang selalu menggelorakan semangat Pancasila ini. [] pewarta-indonesia.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.