Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Empat kabupaten/kota di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, dan Gayo Lues saat ini sedang menggenjot pelaksanaan program Kawasan Perhatian Investasi (KPI) Aceh I, berupa pembangunan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Karena sektor-sektor tersebut merupakan tumpuan hidup sebagian besar masyarakat zona timur dan tengah Aceh ini. Perwakilan msing-masing kabupaten, Selasa (13/12) berkumpul di Aula Bapeda Aceh Tamiang, mendiskusikan peluang dalam paket kebijakan ekonomi ke XIV yang diluncurkan pemerintah pusat.

Mereka berkomitmen membangun pranata dan ekosistem kegiatan perdagangan masyarakat secara elektronik untuk mendorong perluasan dan efisiensi bisnis, dengan fokus kebijakan pada aspek pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan, dan manajemen pelaksanaan program. Sebagai bagian dari Indonesia, Aceh juga dinilai akan terpengaruh langsung dengan kebijakan investasi Indonesia di pasar global.

Kepala Bapeda Aceh Tamiang, Adi Darma SE MSi mengatakan, sejalan dengan paket kebijakan ekonomi nasional dan dalam upaya mempercepat realisasi investasi di setiap kawasan ekonomi dan zona pembangunan, pemerintah mengembangkan konsep Kawasan Perhatian Investasi (KPI).

“Kawasan Perhatian Investasi merupakan satu atau kumpulan beberapa sentra produksi investasi di area empat kabupaten yang saling berdekatan. Ini ditujukan untuk mempermudah identifikasi, pemantauan, dan evaluasi atas kegiatan ekonomi atau sentra produksi yang terikat,” ujarnya.

Tamiang sebagai lokasi KPI Aceh I yang fokus pada pertanian pangan dan peternakan, berharap masing–masing daerah melakukan identifikasi potensi sebagai acuan penetapan proyek-proyek infrastruktur, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan kemampuan teknologi, inovasi, serta menfasilitasi penyempurnaan regulasi pada tahun mendatang.

Sinergisitas sekawasan, tambahnya, akan menjadi parameter dalam mengajukan usulan pada pemerintah Aceh dan pemerintah pusat. Khususnya usulan untuk percepatan pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperkecil ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Paket kebijakan ekonomi jilid XIV ini juga menekankan pada akselerasi pembangunan infrastruktur logistik meliputi jalan nasional dan jalan tol, jembatan, jalur kereta api tidak hanya di pulau Jawa tapi juga di pulau Sumatera. Pelabuhan, sebagai perwujudan program tol laut, dan juga bandara.

“Sedangkan akselerasi pembangunan infrastruktur strategis mencakup pembangkit listrik, waduk, telekomunikasi, dan perumahan rakyat, dan hal ini tentunya menjadi peluang tersendiri untuk KPI Aceh I, untuk mendapatkan peluang–peluang dimaksud,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Adi Darma mengusulkan agar dibentuk tim terpadu di bawah koordinasi Tim KPI Aceh, untuk melakukan penyusunan rencana aksi Kawasan Perhatian Investasi Aceh I secara bersama pada tahun 2017. “Agar Kawasan Perhatian Investasi Aceh I hadir secara nyata, maka kita perlu melakukan terobosan yang didasari oleh semangat ingin membangun bersama,” tambahnya. [] aceh.tribunews.com, foto : ilustrasi/lamurionline

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.