Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Ratusan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa yang terdiri dari dokter, perawat, bidan serta staf administrasi dan manajemen melakukan aksi demo ke kantor DPRK Langsa.

Pantauan MedanBisnis, Selasa (29/11), aksi demo itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, ratusan tenaga medis berkumpul di Lapangan Merdeka Langsa.

Sambil menunggu teman-temannya datang, beberapa dari mereka menandatangani petisi pada spanduk yang berjudul "Harapan Baru untuk Pemimpin Baru RSUD Langsa".

Selain itu juga, mereka membawa poster yang bertuliskan di antaranya, "Kami butuh pemimpin yang mengerti bukan yang menggerogoti, kami bukan tuli yang bisa dibuli, ini bicara hati melawan tirani bukan anarkis".

Sekitar pukul 09.30 WIB, mereka berjalan ke kantor DPR Kota Langsa yang berjarak sekitar 200 meter dengan mendapat pengawalan dari personel Polres Langsa.

Setibanya di sana, mereka diterima Ketua DPRK Burhansyah, Wakil Ketua Faisal dan beberapa anggota dewan seperti Syamsuri, Maimul Mahdi dan Amirullah.

Dalam petisinya yang dibacakan koordinator aksi dr Netty Herawaty, disampaikan bahwa kebijakan direktur yang otoriter sehingga tidak memikirkan dampak bagi keberlangsungan pelayanan RSUD Langsa. Seperti soal pintu masuk keluar evakuasi KSO Cathlab KSO-IT-SIMRS.

Kemudian, direktur dinilai arogan dan tidak memiliki etika serta moralitas. Seluruh karyawan RSUD Langsa bekerja di bawah tekanan dan intimidasi. Mekanisme penerimaan tenaga kontrak tidak transparan, serta tidak adanya transparansi dalam pembagian remunerisasi.

Lalu, tenaga kontrak dibayar melalui jasa medis bukan remunaresasi. Pengelolaan bisnis RSUD Langsa tidak sehat. Seperti mesin foto copy, rangkap jabatan.

Kebutuhan tenaga kerja tidak sesuai dengan tingkat ketergantungan pasein, yakni tidak mempunyai alat ukur standar, hanya menggunakan logika sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan yang ada di RSUD.

Selain itu hubungan antarpersonal tidak terjalin sebagaimana mestinya pimpinan dan bawahan.
Bahkan, dikatakan, Dirut RSUD Langsa jarang masuk kantor, jadi jika ada surat yang harus ditandatangani terpaksa dibawa ke STIkes Bustanul Ulum.

"Intinya kami bekerja di rumah sakit bukan hormat pada pimpinan, tapi takut karena gaya kepemimpinan yang arogan dan otoriter," ungkap Netty.

Ketua DPRK Burhansyah menanggapi, keluhan tenaga medis dan staf rumah sakit itu akan direspon dengan cepat dan pihaknya akan segera membentuk panitia khusus (Pansus).

Namun demikian, dia meminta pendemo untuk bersabar karena pihaknya akan meminta klasifikasi dahulu dengan Dirut RSUD Langsa, serta mengecek langsung ke rumah sakit untuk melihat kebenarannya.

"Namun pimpinan tidak bisa bertindak sesuka hati terhadap bawahan, ini harus segera secepatnya ditanggapi serta dicarikan solusinya sehingga tidak berimbas pada pelayanan kesehatan di rumah sakit," tambah Wakil Ketua DPRK T Hidayat. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.