Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, CALANG -- Putra (12), anak dari Abu Bakar (55), salah satu pengungsi korban banjir di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (25/11) sekitar pukul 06.00 WIB diseruduk seekor babi hutan sehingga kondisinya kritis. Korban juga kehilangan kulit perutnya sekitar 6 cm akibat dicabik-cabik si babi hutan.

Kepada Serambi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar di Calang, Jumat (25/11) siang, Abu Bakar menceritakan kisah miris yang menimpa anaknya. “Pada subuh itu anak saya hendak mandi di sungai, persiapan ke sekolah. Di tengah perjalanan sekitar 50 meter dari tenda tempat kami mengungsi, tiba-tiba saya dengar ada yang berteriak. Saya langsung melihatnya dan ternyata anak saya sedang diseruduk seekor babi hutan,” kata Abu Bakar.

Ayah korban langsung menyelamatkan anaknya. Apalagi setiba ia di sana babi hutan itu pun lari menjauh.

Setelah ia periksa, ternyata Putra mengalami luka di perut dan paha. Korban langsung diboyong ayahnya ke RSUD Teuku Umar untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu dokter RSUD Teuku Umar, dr Hasri, membenarkan bahwa korban mengalami luka di bagian perut dan paha. Lukanya langsung ditangani pada hari itu juga di ruang operasi, sebab lukanya lumayan besar.

Menurut Keuchik Ranto Panyang, Ali Munir, kejadian itu merupakan yang pertama kali terjadi di desanya. Korban tercatat sebagai salah satu pengungsi akibat rumahnya hancur diterjang banjir.

Ali Munir menilai, titik lokasi pengungsian warga di desa itu tidak aman bagi korban banjir, sebab selain tidak nyaman dari gangguan binatang buas juga dekat dengan sungai. Apabila sewaktu-waktu Krueng Sabee meluap lagi, maka titik itulah yang pertama menjadi sasaran banjir.

Pihaknya berharap agar pemerintah memberi perhatian khusus untuk meringankan derita para korban banjir.

“Bangunlah lokasi pengungsian di titik yang bebas dari banjir dan pastikan tenda pengungsian cukup berkualitas, sehingga tidak mudah bocor saat diterpa hujan deras,” ujar Ali Munir bersaran. [] aceh.tribunews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.