Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo mengukuhkan Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Aceh di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (16/11). Para satgas ini, nantinya akan mengawasi setiap proses pengurusan izin dari praktik pungli dan pihaknya juga akan menangkap para pelaku pungli.

Kemarin, Soedarmo hanya mengukuhkan sepuluh orang secara simbolis dari 61 jumlah tim satgas. Satgas tersebut dipimpin Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Darmawan Sutawijaya selaku Ketua Pelaksana dibantu oleh Inspektur Aceh, Abdul Karim dan Asisten Pengawasan Kejati Aceh, Reza Fahdeli SH masing-masing sebagai Wakil Ketua I dan II serta Karo SDM Polda Aceh, Kombes Pol Marzuki sebagai Sekretaris.

Satgas ini juga memiliki empat kelompok kerja (pokja) yang dipimpin ketua masing-masing sesuai bidangnya, yaitu Pokja Unit Intelijen (Direktur Intelkam Polda Aceh, Kombes Pol Khaidir Siregar), Pokja Unit Pencegahan (Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh, Dr Taqwaddin Husin), Pokja Unit Penindakan (Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Agung Sadono), dan Pokja Unit Yustisi (Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Drs Gunarso Bc IP).

Soedarmo dalam sambutannya saat pengukuhan satgas ini menyebutkan ada delapan tempat yang dianggap rawan pungli, sehingga menjadi sasaran utama tim satgas. Karena itu, Soedarmo meminta semua Tim Satgas Saber Pungli Aceh segera melakukan mapping dalam rangka pengawasan di tempat yang dinilai rawan.

“Segala bentuk pelanggaran harus segera dideteksi sedini mungkin. Yang namanya pungli semakin tidak bisa dikendalikan. Kita bentuk satgas ini dalam rangka mengurangi dan meniadakan pungli di Aceh,” kata Soedarmo.

Menurutnya, pungli sangat merugikan masyarakat kecil, selain juga akan menggangu mekanisme pembangunan dan investasi di daerah. Ia meminta tim satgas ini untuk menggunakan jejaring yang ada disemua wilayah di Aceh untuk mengawasi. “Kami berharap dengan telah dikukuhkan Tim Satgas Saber Pungli ini, sejak sekarang tanggal 16 November sudah tidak ada lagi pungli di Aceh,” tegasnya. [] aceh.tribunews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.