Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Teror bom yang terjadi di dua lokasi--Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Bireuen--dalam dua hari berturut-turut disikapi oleh pihak Polda Aceh dengan penegasan bahwa pelakunya sudah terdeteksi dan terus diburu.

“Kami juga sudah ‘memagari’ sejumlah jalur yang memungkinkan pelaku ke luar dari Aceh. Pelakunya sudah teridentifikasi, termasuk pelaku teror yang di Lhokseumawe,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan menjawab Serambi melalui telepon, Senin (7/11).

Untuk diketahui, dalam dua hari terakhir sudah terjadi dua aksi teror bom rakitan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Aksi tersebut masing-masing terjadi di Vihara Buddha Tirta di kawasan Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Minggu (6/11) pagi dan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Bireuen, Senin (7/11) pagi.

Goenawan menjelaskan, jumlah pelaku aksi teror di dua tempat tersebut masing-masing satu orang. Informasi itu diperoleh pihaknya, kata Goenawan, dari masyarakat sekitar yang sempat melihat pelaku. Begitupun, Polda Aceh sudah membentuk tim khusus gabungan untuk mengejar pelaku.

“Pelakunya sudah terdeteksi. Kita akan tindak tegas pelaku seperti itu, apapun alasannya. Kita juga sudah betuk tim khusus gabungan dan saat ini sudah melakukan pengejaran. Setiap pintu ke luar juga sudah `dipagari’, aksi seperti ini tidak boleh main-main,” ujarnya.

Goenawan juga menyatakan pihaknya belum mengetahui apa motif pelaku yang menargetkan rumah ibadah sebagai sasaran teror.

Informasi itu, katanya, baru bisa diketahui setelah pelaku tertangkap. “Kalau pelakunya sudah tertangkap baru kita korek apa motifnya,” kata dia.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan juga memastikan aksi teror yang terjadi tersebut tidak ada kaitan dengan Pilkada 2017.

Menurutnya, dua aksi teror bom tersebut murni untuk menakut-nakuti masyarakat sekitar. “Untuk sementara kasus itu tidak ada kaitan dengan pilkada,” katanya.

Dikatakannya, apabila teror berkaitan dengan pilkada maka yang menjadi sasaran adalah kelompok-kelompok tertentu yang mempunyai kepentingan dalam pilkada. Tapi, sasaran teror adalah tempat ibadah yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pilkada.

“Alhamdulillah mulai tahapan kampanye visi misi, kampanye dialogis, sampai kampanye terbuka nanti kita sudah me-mapping, mengidentifikasi, dan melakukan strategi penindakan cepat dalam mengeliminir potensi ancaman pilkada.

Alhamdullah tokoh-tokoh kita selama ini memberikan statemen yang sangat menyejukkan dan mendinginkan suasana,” demikian Goenawan. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.