Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Plt Bupati Aceh Tamiang, Ali Alfatah menyurati Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh, Ir Faturahman Raden, mempertanyakan perbaikan ruas jalan nasional yang belum dilakukan.

Titik badan jalan yang rusak parah tepatnya di depan Kantor Bupati dan DPRK setempat, dan kondisi ini sudah berlangsung selama setahun.

“Surat itu kami sampaikan kepada Kepala Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh, agar cepat ditangani. Karena banyak pengendera sepeda motor yang jatuh pada ruas jalan dua jalur itu akibat banyaknya lubang di badan jalan,” katanya, saat melaporkan masalah tersebut kepada Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Ir Rizal Aswandi, Rabu (16/11) di Banda Aceh.

Dalam kesempata itu, ia juga berkonsultasi terhadap beberapa paket proyek pembangunan jalan di wilayah Aceh Tamiang yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Menanggapi keluhan warga Aceh Tamiang yang disampaikan Plt Bupati Tamiang tersebut, Ir Rizal Aswandi mengatakan, penanganan jalan nasional yang rusak ini merupakan kewenangan Balai Jalan Nasional Wil I Aceh.

Masalah ini juga sudah pernah disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, dua bulan lalu saat ia belum melakukan cuti jelang Pilkada.

Menurut Rizal Aswandi, informasi dari pihak PPK Jalan Nasional Wilayah Timur Aceh, Ir Faisal, ruas jalan dua jalur di depan kantor pemerintahan Aceh Tamiang sepanjang 3 Km itu, sudah pernah dikerjakan oleh sebuah perusahaan/kontraktor pada tahun 2015 lalu.

“Tapi karena pekerjaannya kurang beres, kontraknya diputuskan pada Desember 2015. Sejak pemutusan kontrak itu, kerusakan badan jalan semakin parah,” ujarnya.

Sementara, PPK Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh untuk wilayah Timur Aceh, Ir Faisal yang dikonfirmasi Serambi, kemarin mengatakan, paket proyek perbaikan ruas jalan nasional dua jalur di Kota Kuala Simpang ini, baru ditender kembali setelah dilakukan pemutusan kontrak pada Desember 2015 lalu.

Saat ini proses tender paket proyek senilai Rp 16 miliar ini sedang berjalan. “Diharapkan, awal Januari 2017 nanti, sudah terpilih perusahaan yang memenangkan tender, dan satu bulan kemudian ruas jalan sudah bisa dikerjakan,” harapnya.

PPK Balai Jalan Nasional Wilayah I Aceh untuk wilayah Timur Aceh, Ir Faisal, juga mengklarifikasi berita Serambi dua hari lalu yang mempublikasikan adanya perbaikan jalan oleh pasangan calon bupati yang seolah-olah melakukan bakti sosial memerbaiki jalan.

Faisal menjelaskan, meski upaya perbaikan menyeluruh jalan itu baru dilakukan tender, namun Balai Jalan Nasional Wil I Aceh saat ini juga berupaya memerbaikinya secara darurat, dengan membayar pihak kontraktor untuk menutup lubang-lubang di ruas jalan tersebut.

Namun, dalam pelaksanaannya pihak kontraktor melibatkan pasangan calon bupati dalam pengerjaannya, atau mungkin pihak calon bupati yang mendompleng kegiatan perbaikan jalan tersebut. Sehingga seolah-olah dilakukan oleh pasangan calon untuk kepentingan kampanye.

“Jadi, perbaikan jalan yang dilakukan kemarin itu (seperti diberitakan Serambi), bukan atas nama pasangan calon Bupati di Aceh Tamiang, tapi atas perintah Kasatker Balai Jalan Nasional Wil I Aceh, yang biaya perbaikannya ditanggung pihak Balai,” ujar Faisal.

Ia merasa perlu memberikan mengklarifikasi ini, karena adanya pihak (pasangan calon Bupati Tamiang) yang seakan-akan berinisiatif melakukan bakti sosial untuk memerbaiki ruas jalan nasional tersebut secara swadaya.

“Perbaikan jalan itu bukan atas nama pribadi atau bahkan terkait politik, tapi atas perintah Kasatker Balai Jalan Nasional Wil I Aceh.

Persoalan ini perlu diluruskan agar tak memunculkan multitafsir, karena itu memang kewajiban kontraktor sesuai kontrak kerja yang biayanya ditanggung pihak Balai,” ujar Faisal. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.