Dilihat 0 kali

TamiangNews.com -- Perubahan iklim sulit untuk divisualisasikan, karena cenderung terjadi pada kecepatan yang relatif cepat. Namun juga tidak seperti sapuan gelombang dramatis dalam film Hollywood.

Satu foto terbaru dari NASA menampilkan pencairan es di Antartika. Selama delapan tahun terakhir, NASA telah terbang dalam misi Operasi IceBridge dengan pesawat penelitian di kutub. NASA menjalankan misi ini dalam rangka mengumpulkan data visual tentang dampak pemanasan suhu.

Oktober lalu, fotografer Mario Tama melakukan tiga penerbangan bersama IceBridge NASA di atas Antartika Barat dan es laut di sekitarnya. Perjalanan itu bertepatan dengan dimulainya musim lelehan (musim semi) di belahan bumi selatan.

Irvine, seorang ilmuwan NASA dan Universitas California melaporkan bahwa baru-baru ini pecahan tercepat gletser Antartika Barat belum tercatat. Studi yang diterbitkan pada tanggal 25 Oktober tersebut menemukan bahwa air hangat mencair pada sisi bawah lapisan es berdasarkan data dari IceBridge. Hal ini dapat menyebabkan penopang besar sejumlah besar es pecah, yang mengarahkan cepat pencairan es ke laut.

Jika semua es di daratan dunia mencair akan menaikkan permukaan laut sekitar 216 kaki. Para ilmuwan memperkirakan pencairan semua es di Bumi membutuhkan waktu 5.000 tahun, meskipun waktu tepatnya masih diperdebatkan.Emisi karbon juga akan sangat mempengaruhi tingkat pencairan.

Tama menggambarkan situasi saat ia mengambil gambar di Antartika. "Pada saat itu benar-benar merasa seperti misi ke bulan, atau misi untuk Venus," kata Tama. "Lanskap, bentuk, dan ukuran dari fitur Antartika layaknya dunia lain yang tak terbayangkan, indah." Ujar Tama.

Sejarah mencatat bahwa lautan es pernah menutupi Amerika Utara selama zaman es terakhir. Itu merupakan pengingat bagi kita bagaimana iklim sangat berpengaruh dari waktu ke waktu, dan bagaimana perbedaan derajat suhu rata-rata dapat membuat perubahan besar dalam suatu lingkungan.

Tama mengatakan tujuannya menjadi fotografer dalam misi IceBridge ialah untuk mendokumentasikan 'sepotong planet asing bagi kebanyakan orang'. Kemudian ia menambahkan, "Saya berharap foto-foto saya dalam beberapa cara kecil akan mendukung pekerjaan yang sangat penting bagi para ilmuwan. Orang-orang ini (ilmuwan) adalah pahlawan." kata Tama.

Foto-foto IceBridge dipublikasi bersamaan dengan Program Lingkungan PBB. PBB telah merilis laporan analisis komitmen negara-negara untuk mengatasi pemanasan global berdasarkan Perjanjian Paris tahun lalu.[] national geographic indonesia

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.