Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BIREUEN - Rektor Universitas Almuslim Bireuen, Dr Amiruddin Idris MSi menggagas perlunya etos kepahlawanan Cut Meutia diangkat ke film layar lebar, menyusul suksesnya kisah kepahlawanan perempuan Aceh, Tjoet Nja' Dhien, yang dibesut jadi film sehingga memenangkan Piala Citra sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia tahun 1988.

Untuk itu, Rektor Umuslim mengusulkan Dr Marissa Haque MH MSi menjadi bintang utama film tersebut, memerankan Cut Meutia. Cut Meutia adalah salah satu pahlawan Aceh dari Aceh Utara. Hal itu disampaikan Rektor Umuslim secara terbuka saat menyampaikan sambutan pada peluncuran bukunya berjudul "Bireuen Sebagai Segitiga Emas Ekonomi Aceh" di Auditorium Umuslim, Peusangan, Bireuen, Sabtu (12/11/2016) pagi.

Dalam launching buku tersebut, Marissa Haque didaulat sebagai moderator. Sedangkan pembedah buku adalah Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin (Guru Besar FISIP Universitas Indonesia), Dr Amri SE MSi (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala), dan Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia).

Rektor Umuslim mengingatkan bahwa film Tjoet Nja' Dhien yang dibintangi Christine Hakim dan disutradarai Eros Djarot itu, diangkat ke layar lebar atas prakarsa Drs Nurdin AR, Bupati Pidie yang saat itu menjabat Rektor Jabal Ghafur, Gle Gapui, Pidie.

"Nah, kalau ide Tjoet Nja' Dhien jadi film gagasannya lahir di Kampus Jabal Ghafur, maka kini untuk film Cut Meutia ide dasarnya lahir dari Kampus Umuslim," kata Rektor Amiruddin Idris.
Mendengar pernyataan Amiruddin itu, hampir seribu peserta launching buku bertepuk tangan. Tepuk hadirin makin membahana ketika Amiruddin menimpali, "Apalagi kalau film ini nantinya dibintangi Ibu Marissa Haque yang kini berada di tengah-tengah kita."

Marisaa Haque yang mengenakan busana Aceh dan duduk di barisan terdepan ikut bertepuk tangan. Aktris senior itu juga terlihat manggut-manggut dan sebentar-bentar bertepuk tangan menyaksikan tujuh mahasiswi Umuslim menarikan saman dengan sangat energik dan kompak. Sanggar tari Umuslim ini sudah punya pengalaman tampil di delapan negara. Di antaranya Jepang dan Korea Selatan.

Launching buku itu dihadiri hampir seribu peserta. Terdiri atas dosen, staf akademik, dan mahasiswa Umuslim, Forkopimda Bireuen, unsur perbankan, kalangan medis, pendidik, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, aktivis LSM, dan wartawan. [] aceh.tribunews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.