Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LHOKSEUMAWE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe beberapa hari lalu mengeksekusi (menahan) M Nurdin Risydah, mantan kepala dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) dan Kelautan Lhokseumawe.

Eksekusi itu dilakukan atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang memvonis 18 bulan penjara pada kasus korupsi pembangunan pagar pilot project di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

M Nurdin ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Lhokseumawe. Selain divonis 18 bulan penjara, Nurdin juga diwajibkan membayar didenda Rp 50 juta subsidair satu bulan penjara.

“Terpidana divonis MA pada 10 Juli 2012. Namun, salinan putusan kami terima 15 November 2016. Lalu, terpidana langsung kita eksekusi,” kata Kajari Lhokseumawe Mukhlis kepada Serambi, Minggu (20/11).

Untuk diketahui, pada 14 April 2014, jaksa sudah mengeksekusi Maimuddin Ishak, kontraktor proyek tersebut atas putusan MA. Maimuddin dihukum setahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan penjara. Ia sempat masuk DPO dan ditangkap saat sedang makan di kawasan Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe.

Sedangkan terpidana satu lagi, Miswar Murdani, pengawas proyek yang juga divonis MA setahun penjara dan denda Rp 50 juta pada Desember 2013, sampai sekarang masih buron. Ketiganya divonis percobaan oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada Oktober dan November 2011.

Kejari Lhokseumawe juga sudah mengeksekusi Zulkifli, mantan Kepala SMPN 1 Lhokseumawe yang menjadi terpidana kasus korupsi dana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di sekolah itu, Oktober lalu. MA menambah hukuman terhadap Zulkifli dari dua tahun penjara menjadi lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Jaksa juga sudah mengeksekusi Isnawi, mantan bendahara SMPN 1 Lhokseumawe pada 30 Agustus 2012 atas vonis PN Lhokseumawe 20 bulan penjara dan denda Rp 50 juta yang sudah berkekuatan hukum tetap. Sebab saat itu Isnawi tidak menyatakan sikap setelah divonis pada 10 Mei 2012.

Sementara Zulkifli setelah divonis dua tahun penjara oleh PN Lhokseumawe pada 18 Juni 2012, ia mengajukan banding ke PT. Lalu PT 10 September 2012, menguatkan putusan PN, kemudian terdakwa mengajukan kasasi ke MA. MA lalu menambah hukuman terhadapnya. [] Serambinews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.