Dilihat 0 kali

TamiangNews.com -- Butuh dana besar untuk melakukan restorasi lahan yang dirusak dan dibakar untuk pertambangan dan perkebunan. Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dibentuk pemerintah untuk melakukan restorasi lahan menggalang dana dari donor dan investor.

Transformasi cara pengelolaan gambut adalah sebuah keharusan. Usaha pengelolaan gambut yang bergantung pada pengeringan lahan gambut harus kita hentikan. Usaha-usaha semacam ini tentu didorong oleh permintaan pasar. Oleh karena itu restorasi lahan gambut merupakan upaya kolaboratif," Kepala BRG Nazir Foead.

Donor dan investor akan mendukung upaya Indonesia untuk mencapai target yang telah ditetapkan dan mendukung usaha-usaha yang memerlukan investasi pada tahun 2017," jelas dia lagi.

BRG juga menyampaikan sejumlah investor dan donor sudah menyatakan minatnya untuk mendukung cita-cita Indonesia dan berminat untuk menjajaki peluang-peluang investasi.

Berikut sejumlah donor dan investor yang dirilis BRG:

Lembaga donor swasta tengah mencari peluang untuk mendanai pengawasan dan peningkatan kapasitas untuk memastikan keutuhan ekologis dalam area-area bernilai konservasi tinggi. Kemungkinan: George Soros, Hewlett Foundation, IKEA Foundation, Packard Foundation / Climateand Land Use Alliance (Packard dan CLUA sudah berkomitmen US$ 15 juta yang tertuang dalam Memorandum of Understanding dengan BRG. George Soros adalah salah satu orang kaya di AS yang juga kerap memberikan pendanaan untuk kegiatan sosial. Selama ini dia dikenal di dunia ekonomi sebagai investor.

Investor swasta mencari peluang investasi melalui percontohan pendanaan investasi karbon Kemungkinan: Packard Foundation, MacArthur Foundation, Goldman Sachs, Tom Steyer, GoodEnergies Foundation]

Norwegia tengah mempertimbangkan cara untuk membantu Indonesia mencapai target yang telah ditetapkan dan mendapatkan pembayaran komitmenUS$ 1miliar melalui proteksi gambut dan/atau menawarkan pendanaan baru khusus untuk restorasi dan konservasi lahan gambut sebagai bentuk respon kemajuan dalam masalah ini.

Pemerintah Amerika Serikat sedang menjajaki peluang untuk memberikan jaminan pinjaman dari [USAID / OPIC] untuk mengurangi risiko investasi.

Amerika Serikat dan Indonesia [juga Jerman dan / atau Norwegia] mendesak Green Climate Fund agar memprioritaskan pendanaan untuk upaya restorasi gambut ini.

Para pejabat pemerintah Indonesia bertemu dengan para pendonor dan investor di New York untuk membahas target-target yang ditetapkan dan memetakan langkah untuk mencapai target restorasi gambut di Indonesia. Semua pendanaan akan diintegrasikan dalam agenda restorasi gambut pemerintah, termasuk potensi investasi bersama antara pendonor dan BRG.

Dalam hal peluang ke depan, Indonesia dan pendonor juga membahas bagaimana meningkatkan investasi di bidang konsesi restorasi ekosistem, sebuah kendaraan investasi yang tersedia bagi para investor untuk memulihkan dan melindungi ekosistem yang rusak di luar konsesi yang ada," jelas Nazir.

Terakhir namun teramat penting, investor didorong untuk mendukung masyarakat setempat dalam merestorasilahan gambut dengan mengembangkan sistem pertanian terpadu lengkap dengan rantai pasokan yang cukup untuk menjangkau pasar setempat maupun global. [] Portal Hijau.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.