Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Mantan Kepala BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto yang ikut mendampingi delegasi dari 10 negara untuk program High Level Expert and Leader Panel on Water and Disaster (HELP) berharap Aceh terus maju, jangan lagi mikir yang aneh-aneh.

Pesan tersebut disampaikan Pak Kun, begitu ia akrab disapa saat didaulat oleh Kalak BPBA, Said Rasul untuk menyampaikan pesan dan harapan di depan forum delegasi 10 negara yang konsern terhadap bencana pada pertemuan di Aula BPBA, Rabu (2/11/2016).

"Saya senang melihat Aceh hari ini khususnya Kota Banda Aceh. Di mana-mana sudah macet, itu tanda-tanda kota sudah maju.

Banyak uanglah kalian sekarang, tolong dirawat terus, jangan lagi mikir yang aneh-aneh," ujar Pak Kun yang meninggalkan Aceh pada 2009 setelah selesainya program rehab rekons pascatsunami.

Pada kesempatan itu, Kuntoro juga memperkenalkan satu per satu anggota delegasi termasuk dari Jepang dan Swiss yang membangun fasilitas air bersih di Lambaro. "Apakan itu masih berfungsi," tanya Pak Kun sambil berkelakar.

Juga diperkenalkan perwakilan dari Belanda yang membangun Pelabuhan Malahayati yang hancur total akibat bencana. "Tolong rawat semua itu baik-baik," ujarnya.

Kalak BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil yang ikut hadir pada pertemuan itu kepada Serambinews.com secara khusus menanggapi semua pesan yang disampaikan mantan Kepala BRR NAD-Nias dengan mengatakan,

"Sudah pada tempatnya Aceh merawat semua yang sudah ada sebagai bentuk ucapan terima kasih kita kepada dunia," katanya. [] .tribunnews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.