Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Ketua KIP Kota Langsa, Agusni AH SE mengatakan, sepanjang Jalan Protokol atau Jalan A Yani Kota Langsa dilarang memasang alat peraga kampanye (APK) milik paslon wali kota dan wakil wali kota atau gubernur dan wakil gubernur.

"Walaupun sejauh ini Pemko Langsa belum mengeluarkan Perwal tentang titik pemasangan APK, namun KIP memastikan Jalan Protokol adalah lokasi haram untuk pemasangan APK," kata Agusni AH, kepada Serambinews.com, Selasa (1/11/2016).

‎Dia menambahkan, berkaitan dengan APK itu pihak KIP akan terus melakukan koordinasi dgn Panwaslih dan Pemko Langsa. Jika ada dipasangi APK di Jalan Protokol, agar timses menurunkan atau pihak terkait untuk segera menertibkannya.

Sementara itu untuk pemasangan alat peraga kampanye paslon wali kota dan wakil wali kota baik itu berupa baliho, spanduk, umbul-umbul, maupun lainnya, harus sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku atau yang telah ditetapkan.

‎Menurutnya, KIP setempat akan menyediakan satu baliho ukuran 4 x 7 meter untuk lima paslon wali kota dan wakil wali kota Langsa di lima kecamatan dalam wilayah Kota Langsa. Lalu spanduk ukuran 7 x 1,5 meter dua lembar untuk setiap gampong dari 66 gampong yang ada. Umbul-umbul sebanyak 20 lembar per kecamatan atau lima kecamatan yang ada di wilayah Kota Langsa.

Namun bagi paslon wali kota dan wakil wali kota juga diperbolehkan membuat sendiri 150 persen, dari jumlah maksimal alat peraga yang disediakan oleh KIP. Menurut Agusni, ketentuan tersebut mengacu kepada ‎PKPU Nomor 7 Tahun 2015, diperbahurui PKPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang alat peraga kampanye (APK). [] aceh.tribunews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.