Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Ruas jalan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang dalam wilayah kecamatan yang kondisinya masih sangat memprihatinkan dikarenakan masih adanya sejumlah jalan yang rusak dan berlubang saat ini butuh keseriusan pemerintah dalam upaya pembangunannya sehingga infra struktur jalan benar-benar dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Namun, selain keterbatasan anggaran belanja pemerintah untuk pembangunan dan perawatan jalan, masih adanya masalah ketegasaan pemetaan jalan antara jalan nasional, provinisi dan jalan Kabupaten itu sendiri. sehingga manjadi salah faktor lambannya penanganan, dan pembangunan serta perawaatan.

"Untuk jalan Kabupaten, Pemkab Aceh Tamiang sudah berusaha semaksimal mungkin melalui penganggaran. Akan tetapi, luas jalan di 12 kecamatan masih belum terpenuhi dibandingkan dana APBK Aceh Tamiang sehingga keinginan cepat terlaksana belum dapat dirasakan," kata Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiamng Juanda kepada MedanBisnis, Selasa (8/11) di ruang kerjanya.Menurutnya, secara fakta infra struktur khususnya pembangunan jalan masih dinilai minim. Dan ini kenyataan.

"Namun usaha yang dilakukan pemerintah juga sudah semaksimal mungkin," ujarnya, seraya mengakui akibat dari kerusakan jalan yang ada di hampir seluruh wilayah disebabkan masih banyaknya angkutan yang melebihi muatan (tonase).Sementara anjuran pengangkutan sesuai dengan muatan (tonase) sudah lama digaungkan.

"Cuma saja penegakan tonase sepertinya tidak ada keseriusan dari pihak stakeholder, dinas terkait, serta masyarakat pengguna jalan.

dan ini juga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat jalan yang merupakan kepentingan bersama," jelas Juanda.

Sepengetahunnya, terhadap rusaknya jalan, setelah dibangun tidak disertai dengan perawatan yang dilakukan secara berkala yang nantinya menjamin jalan yang telah dibangun dalam kondisi baik.

"Sedangkan adanya peran sertaengusaha dan perusahaan perkebunan sawit terhadap kerusakan jalan yang diakibatkan dari angkutan yang melebihi tonase dari aktivitas pengusaha tambang, perusahaan perkebunan sawit, d iwilayah Tamiang Hulu, Tenggulun, hanya melakukan perawatan langsung dalam bentuk penimbunan di sejumlah jalan yang rusak dan berlubang," ujar Juanda.

Menurut Juanda lagi, ruas jalan yang ada dalam Kabupaten juga belum ada kejelasannya, antara jalan nasional, kabupaten, dan kecamatan.

"Dinas Pekerjaan Umum harus bisa mendata sehingga akan mudah untuk diakomodir dalam belanja APBK, APBN dan Otsus. Begitu juga dalam penggunaan dan ADD untuk pembangunan jalan di tingkat kampung," katanya.

Ia mencontohkan, jalan yang disepakati, terhadap ploting jalan yang didanai dengan APBK, Otsus, dan APBN, yang setiap pembangunan ruas jalan ploting pemeliharaannya, karena ruas jalan menjadi aset.

"Nah, asset ini akan terus menerus turun dan nol tanpa perawatannya," ucap Juanda.
Sementara Kepala Bidang Bima Marga Dinas Pekerjaan Umum Aceh Taming Fahruddin mengatakan, untuk melakukan pemeliharaan jalan secara maksimal sudah dilakukan, cuma saja kendalanya keterbatasan anggaran dalam biaya perawatan.

Namun untuk menjaga jalan dalam kondisi baik, mobilitas angkutan pengguna jalan seharusnya sesuai dengan kelas jalan yang dibangun.

"Klasifikasi jalan sudah diinformasikan ke dinas perhubungan sesuai dengan kapasitas tonase jalan yang digunakan," ujarnya sembari mengatakan penegasannya juga sesuai dengan surat Bupati Aceh Tamiang tentang pembatasan tonase jalan. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.