Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Rencana bongkar Ulang RAPBK Kota Langsa Tahun 2017 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK), Bappeda menilai Dewan setempat telah melenceng dari tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bappeda Kota Langsa Said Fadli Minggu (27/11), kepada sejumlah Wartawan sambil menikmati kopi sore di sebuah Warung Kopi dalam wilayah Kota Langsa. Dengan dibongkar ulang RAPBK itu, alokasi anggaran yang telah disusun rapi dalam buku RAPBK Langsa tahun 2017 harus kembali dirubah.

“Kita tidak keberatan merubah RAPBK Langsa sepanjang untuk perbaikan, makanya kita berharap anggota Dewan juga harus proaktif untuk bersama-sama dengan kami memperbaikinya. Kalau ada yang salah atau kurang dalam RAPBK yang telah kami susun, silahkan anggota dewan tunjukkan dimana letak kesalahannya biar kita perbaiki bersama, dan jangan hanya sekedar menyalahkan saja,” jelas Said.

Menurut Said Fadli, dalam penyusunan RAPBK Langsa tahun 2017 pihaknya bersama tim anggaran eksekutif telah bekerja keras tanpa kenal lelah untuk menghasilkan RAPBK Langsa yang mengakomodir kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Ketika rancangan anggaran yang sudah disusun kemudian dikritik oleh Dewan, Bappeda Langsa bisa memakluminya, karena anggaran tahun 2017 memang masih bersifat rancangan dan bisa disempurnakan kembali.

Namun dalam hal ini Said Fadli meminta kalangan Dewan juga jangan asal mengkritik saja tanpa ada upaya proaktif untuk bersama-sama memperbaikinya. “Ini kan semua ada tahapannya, nanti begitu masuk tahapan pembahasan anggaran ditingkat Komisi DPRK, anggota Dewan kami minta proaktif dan bisa bekerja profesional sebagai wakil rakyat dalam mengkoreksi RAPBK Langsa tahun 2017, sehingga bisa sempurna,” kata Said Fadli.

Menurutnya selama ini setiap pembahasan RAPBK Langsa, kalangan Dewan cenderung bekerja melenceng dari tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Misalnya tugas pokok Dewan menyangkut Pengawasan, dinilai paling sering terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Malah akibat dari pelaksanaan fungsi pengawasan yang melenceng dilakukan dewan, tak jarang sering terjadi hambatan dalam penyusunan RAPBK Langsa.

“Kita hanya ingin fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Dewan itu berjalan dengan baik dan benar. Artinya silahkan saja Dewan menjalankan fungsi pengawasannya tapi jangan mencampuri sampai ke urusan yang sifatnya sangat teknis, itu bukan tugasnya dewan, papar Said Fadli.

Bongkar Ulang

Sementara itu anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRK Langsa Ir Joni, memastikan susunan RAPBK Langsa tahun 2017 segera dibongkar ulang pada tahapan pembahasan di tingkat Komisi Dewan. Karena dalam RAPBK yang anggarannya diproyeksi mencapai Rp 1 trilyun lebih itu, isinya sama sekali belum menyentuh kepentingan rakyat. Artinya dengan anggaran sebesar itu Pemko Langsa belum memberikan manfaat bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Padahal ekonomi masyarakat Kota Langsa saat ini masih sangat memprihatinkan dan angka kemiskinan serta pengangguran juga terus mengalami peningkatan yang signifikan. Yang lebih ironis, angka-angka yang tercantum dalam RAPBK Langsa tahun 2017 secara jelas terlihat hanya menitik beratkan pada belanja modal (proyek) serta pengadaan barang dan jasa saja, ungkap Ir Joni.

Karenanya Ir Joni berjanji dalam pembahasan anggaran di tingkat Komisi dan pembahasan di tingkat Panitia Anggaran DPRK Langsa, pihaknya akan mempreteli kembali semua isi RAPBK yang diajukan pihak eksekutif. Sehingga nantinya akan melahirkan RAPBK Langsa yang mampu mengakomodir kepentingan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara menyeluruh dan komprehensif.

Selain itu, RAPBK Langsa nantinya juga akan menampung aspirasi anggaran untuk dialokasikan bagi OKP, Ormas dan LSM, sehingga organisasi-organisasi tersebut tidak lagi “mati suri” sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. “Kita hanya ingin RAPBK Langsa yang nantinya akan disahkan dapat memberikan manfaat bagi kepentingan seluruh masyarakat terutama menyangkut pertumbuhan ekonomi rakyat yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” papar Ir Joni. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.