Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Nelayan tradisional di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang melaporkan keberadaan puluhan kapal pukat harimau yang diduga kuat berasal dari Belawan (Sumatera Utara) menjarah ikan di perairan Aceh Tamiang yang hanya berjarak 15 hingga 30 mil dari pantai.

Penjarahan hasil laut menggunakan alat tangkap ilegal ini dilaporkan sudah berlangsung sejak satu minggu terakhir.

Selain dapat memusnahkan biota laut di perairan ini, nelayan juga mengeluhkan banyaknya bubu (alat tangkap tradisional) milik nelaan yang rusak akibat penggunaan pukat harimau tersebut. Nelayan pun mendesak Polisi Perairan (Polair) segera bertindak.

“Puluhan kapal pukat trawl itu beroperasi sangat dekat dengan pantai, dan telah merusak karang dan hilangnya sejumlah bubu nelayan akibat tersapu pukat mereka,” kata Muhammad Nasir, Wakil Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmawas) Perairan Kecamatan Seruway, Minggu (6/11).

Rusaknya terumbu karang dan hilangnya bubu milik nelayan, membuat banyak nelayan tradisional mengalami kerugian akibat hilangnya mata pencarian.

Selama ini, nelayan setempat mengandalkan bubu tersebut untuk menangkap ikan yang hidup di terumbu karang, seperti ikan Kerapu atau ikan karang lainnya.

Muhammad Nasir yang mewakili nelayan tradisional di Tamiang, mengaku sangat dirugikan atas adanya kapal pukat harimau yang beroperasi di wilayah perairan tempat mereka biasa mencari nafkah.

Selama ini, mereka membuat bubu (alat penangkap ikan) dengan modal hingga Rp 400.000 per unit. Setiap nelayan biasanya meletakkan 5 sampai 15 bubu di satu lokasi.

Namun sejak beroperasinya kapal pukat harimau asal Belawan itu, bubu mereka rusak bahkan hilang akibat tersapu pukat.

Kerugian di pihak nelayan tradisional pun mencapai jutaan rupiah, karena harus membuat ulang bubu tersebut. Belum lagi kerugian akibat rusaknya ekosistem laut dan berkurangnya ikan hasil tangkapan.

“Mereka (kapal pukat harimau itu) sudah lama beroperasi di laut Tamiang tanpa ada pencegahan dari aparat keamanan. Kami mohon pemerintah menindak mereka, bukan malah membiarkannya,” desak Nasir. [] .tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.