Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Cuaca pagi Kamis (17/11) secerah wajah-wajah ceria dan lugu 252 orang santri Taman Pendidikan Al-Qur-an (TPQ) se-Tamiang yang menjadi peserta Festival Anak Shaleh ke-6 tahun 2016 Aceh Tamiang. Didampingi guru dan orang tua mereka, duduk manis dantertib di kursi yang telah disediakan Panitia, sebahagiannya yang tak kebagian kursi terpaksa duduk di teras samping Kankemenag Tamiang, hal ini dikarenakan terbatasnya ruang Aula Al-Ikhwan.

Salamina, MA dalam sambutannya menyampaikan, terdapat 203 lembaga TPQ di Tamiang dengaj jumlah santri 5924 orang dan 252 orang guru (Ustadz/Ustadzah). Dari jumlah tersebut, 252 orang ikut ambil bagian dalam Festival Anak Shaleh ke-6 se-Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2016 yang dilaksanakan di Aulah Al-Ikhwan Kankemenag Tamiang sebagai arena utama.

Untuk mempercepat pelaksanaannya Festival yang memperlombakan tujuh cabang perlombaan (Tartil, Pidato, Do`a Harian, Kaligrafi Kontemporer, Nasyid, Adzan dan hafalan Juz`amma) maka kegiatandibagi menjadi tiga arena, Aula Al-Ikwan sebagai arena utama, Mushalla Al-Ikhwan, dan panggung yang didirikan disamping Selatan Kankemenag Tamiang.

Suriansyah, MA, Anggota DPRK Aceh Tamiang Komisi C, dalam sambutannya mewakili Plt. Bupati Tamiang sebelum membuka acara tersebut membacakan surat An-Nisa` ayat 9, “Hendaknya orang-orang tua merasa takut kepada Allah jika meninggalkan satu generasi dibelakang mereka dalam kondisi yang lemah, takutlah kepada Allah dan berkatalah kepada mereka dengan perkataan yang lemah lembut.”

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, selain mengamalkan segala perintahnyanya juga adalah dengan mendakwahkan Agama-Nya dan salah satunya adalah dengan melaksanakan Festival Anak Shaleh.

Masih menurut Suriansyah, keikutsertaan dalam festival ini bukan hanya sekedar mencari Hadiah (Tropi/Piala) tapi merupakan kegiatan melatih satu generasi dan merupakan proyek “Binaul Ummah” yang merupakan proyek masadepan ummat untuk mempersiapkan kader-kader yang merupakan masa depan ummat yang harus dicetak mulai sekarang. “Mencetak satu generasi berarti kita sedang mencetak sebuah peradaban,” ujarnya. [] Muhammad Sofyan (Pegawai Kemenag Aceh Tamiang)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.