Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, RAQQA -- Sebuah aliansi Amerika Serikat (AS) yang didukung kelompok bersenjata Suriah telah melancarkan operasi untuk merebut kembali kota Raqqa, yang telah diduduki Islamic State (ISIS) sejak 2014 silam.

Serangan ini membuat ISIS semakin terjepit dan 'kritis' dengan para militan yang semakin sedikit berada di utara Irak, yaitu kota Mosul.

"Pasukan Demokratik Suriah (SDF) sangat mendukung dan membantu aliansi AS untuk membebaskan kota Raqqa dari ISIS secepatnya," ujar juru bicara SDF, Jehan Sheikh Amad, seperti dikutip Reuters, Senin (7/11/2016).

Serangan yang dimulai sejak Sabtu malam ini dikoordinasikan dengan SDF yang juga mencakup YPG di mana mereka telah menjadi mitra utama di Suriah dengan koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS.

Utusan Presiden AS Barack Obama untuk masalah Suriah dan ISIS, Brett McGurk mengatakan bahwa serangan ini adalah tahap awal untuk memusnahkan ISIS.

"Fase pembebasan Raqqa tentu bertahap. Dimulai hari ini, fase-fase tersebut akan dijalankan untuk memastikan kami menendang keluar ISIS dari Raqqa," tegasnya.

SDF sendiri telah menolak keterlibatan Turki dalam operasi pembebasan Raqqa ini. Turki mengatakan bahwa Raqqa akan menjadi sasaran operasi sendiri ISIS di Suriah utara yang melancarkan kekuasaan lanjutan bersama pemberontak Arab Saudi.

Serangan terhadap Raqqa telah lama diharapkan agar berjalan secepatnya. Menteri Pertahanan AS, Ash Carter mengatakan bahwa pertempuran merebut Raqqa akan 'tumpang tindih' dengan pertempuran merebut Mosul. [] metrotvnews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.