Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Dugaan kecurangan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa mulai terkuak, praktik usang dengan mengotakngatik data Daftar Pemilih Sementara (DPS) masih berani dilakoni oleh oknum berseragam Penyelenggara Pemilu, diduga Devisi Perencanaan dan Data yang memanipulasi Data dengan merekayasa Daftar Pemilih Sementara (DPS), Senin (14/11).

Seperti yang dikatakan Syahrial Salim, SH, Ketua tim sukses pasangan Fazlun Hasan dan Syahyuzar AKA, calon Walikota dan Wakil Walikota Langsa, kepada Wartawan, Sabtu (12/11), bahwa, dugaan kecurangan yang dilakukan KIP Kota Langsa yakni, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Non elektrik sebanyak 18.548 tidak sesuai dengan data yang ada di Dinas Capil.

Ditemukan pemilih ganda dari lima kecamatan sebanyak 5.885 pemilih, bermacam macam model kecurangannya yang dilakukan misalnya, ada yang satu gampong, ada yang antar gampong, anehnya ada satu orang mempunyai empat hak pilih, ada juga data warga tidak terdaftar nomor Kartu Keluarga (KK) hanya nomor NIK saja.

Syahrial mengungkapkan, ada nama terdaftar nomor KK-nya saja dan tidak terdatar NIK. Masih ada terdaftar pemilih yang sudah pindah dan penduduk yang sudah meniggal dunia masih terdaftar sebagai pemilih, nama-nama ganda yang kita temukan dengan direkayasa misalnya awal namanya M besar yang gandannya dibuat dengan M kecil. Begitu juga yang namanya mempunyai gelar sarjana dihilangkan sarjana sementara NIKnya sama, ucap Syahrial Salim.

Kita ketahui DPT Pilpres 2014 sekira 109.000 pemilih anehnya pleno DPS 105.000 pemilih malah menurun, yang lebih anehnya lagi didalam pleno DPS sudah tercurangi dengan suara ganda. Masih banyak suara yang belum di daftar oleh penyelenggara di gampong-gampong sebagai pemilih. Baik yang sudah lanjut usia maupun pemilih pemula, dengan dilakukan hal seperti itu sehingga dapat merugikan paslon yang ada di Kota Langsa.

Saat ini data DPS yang telah diumumkan dan sudah ditempel disemua Gampong dengan data yang masih salah. “Mulai dari tingkat PPDP, PPS, PPK tetapi hasil yang di aflood oleh KIP Kota Langsa ke KPU Pusat dengan data yang salah, juga data yang diberikan kepada seluruh timses paslon pada waktu itu juga salah, timpal Syahrial Salim Ketua PDIP Kota Langsa.

Sungguh sangat kita sayangkan KIP Kota Langsa tidak bekerja secara maksimal dan profesional atau nemang dengan sengaja menciptakan kecurangan. Padahal anggaran untuk KIP Kota Langsa dibiayai dengan uang rakyat atau yang bersumber dari APBK Kota Langsa sekira Rp.15 Milyar. Untuk biaya semua tahapan kegiatan Pilkada dengan kecukupan yang maksimal.

Oleh karenanya, kami meminta kepada KIP Kota Langsa, sebelum penetapan DPSHP untuk DPT, alangkah baiknya lima hari sebelum digelarnya rapat pleno, agar diundang semua tim terlebih dahulu dan diberikan data DPS yang sudah dilakukan perbaikan, saat ini rakyat Kota Langsa sangat mengiginkan penyelengara pemilu dan pengawas pemilu bersikap jujur dan adil dan menjaga netralitas, sehingga tercipta pemilu yang damai di Kota Langsa.

Jika hal ini masih terjadi maka yang bertanggung jawab adalah KIP Kota Langsa Devisi Perencanaan dan Data, kita akan minta diusut tuntas oleh pihak yang berwajib. Dan bagi oknum anggota KIP yang tidak netral harus segera di copot atau di PAW, ungkap Ketua Tim sukses FAJAR Syahrial Salim.

Sementara itu Ketua Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa Agusni Ah.SE yang sedang berada di Jakarta Senin (14/11) yang dikonfirmasi TamiangNews.com melalui telepon selularnya menapik semua dugaan kecurangan itu, itu masih Daftar Pemilih Sementara belum Daftar Pemilih Tetap, jika ada nama yang dabel atau masih ada nama yang salah atau pasti diperbaiki, nama dabel biasanya di operator tidak mungkin bisa dabel dan masuk dalam DPT karena kita gunakan sistem silon biar falid.

Jika ini terjadi gonjangganjing diluar menurut Ketua KIP wajar wajar saja, inikan masih daftar pemilih sementara belum daftar pemilih tetap, kami bekeja sudah sesuai aturan dan akan berusaha bersikap adil jujur dan menjaga netralitas sebagai penyelenggara. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.