Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Belum setahun selesai dikerjakan, proyek pembangunan jalan bernilai miliaran rupiah yang menghubungkan Simpang Mopoli dengan Tamiang Hulu, tepatnya di Kampong Alur Selebu, Kecamatan Kejuruan Muda, mulai rusak di beberapa titik. Bahkan dekat jembatan di desa itu, badan jalan amblas sekitar 50 Cm, akibat konstruksi yang kuragn kuat pada talud penahan badan jalan.

Pantauan Serambi, Minggu (20/11), di sepanjang jalan tersebut terdapat beberapa titik badan jalan yang rusak dan bergelombang. Namun kerusakan paling parah terlihat di lokasi sebelum jembatan, dimana badan jalan amblas sepanjang 10 meter dengan lebar 5 meter. Pondasi talud pun bergeser ke bawah. Untuk menahan badan jalan yang amblas, dijejerkan plat seng di sepanjang badan jalan tersebut.

“Badan jalan ini amblas sejak tiga bulan lalu akibat kondisi tanah yang labil. Kondisi ini sangat membahayakan, karena badan jalan menjadi sempit. Jika tak hati-hati saat berpapasan dengan mobil, bisa terguling dan jatuh ke jurang,” ujar Yogi, seorang pengguna jalan, warga Seumadam yang melintas di jalan itu, Minggu (20/11).

Kerusakan badan jalan ini sempat diperbaiki sebulan lalu. Namun tidak bertahan lama, dan badan jalan terus mengalami amblas. Warga berharap kondisi jalan ini segera diperbaiki, sebelum jatuh korban di pihak pengguna jalan. Karena jalan ini merupakan jalan utama bagi warga setempat untuk mengangkut hasil perkebunan.

Kabid Bina Marga Dinas PU Aceh Tamiang, Fahruddin, mengatakan pihaknya akan segera memerbaiki badan jalan yang rusak tersebut. “Jalan yang rusak ini akan diperbaiki dengan menempel kembali aspal di badan jalan tersebut. Namun untuk badan jalan yang amblas, membutuhkan perlakukan khusus, tetapi tetap akan kami diperbaiki,” jelasnya.

Seorang konsultan teknik di Tamiang, Zulkarnain ST, menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang membuat jalan cepat rusak. Menurutnya, yang sering terjadi adalah lapisan pondasi bawah yang kurang bagus. “Seperti lapisan batu, harusnya menggunakan batu pecah 80 persen. Tidak boleh batu patah, namun batu berbentuk pipih dan kerucut. Supaya memiliki daya ikat yang kuat. Jika banyak menggunakan batu bulat, dipastikan badan jalan akan bergeser,” ulasnya.

Faktor lainnya, jalan juga bisa cepat rusak jika campuran aspalnya minim. Sehingga kurang mengikat. Sedangkan jika badan jalan ambruk, bisa saja akibat talud penahan yang tidak kokoh, dan menyebabkan badan jalan bergeser. “Karena itu penting dilakukan pengawasan secara ketat mulai dari perencanaan,” ujarnya.

Saat dimulainya pekerjaan, seharusnya konsultan pengawas, kontraktor, dan pihak dinas terkait, turun ke lapangan melihat kondisi riil di lapangan. “Misalnya, dalam perencanaan tidak ada talud, maka di MC-nol harus diadakan kembali dan dilakukan perubahan gambar. Di situlah muncul gambar rencana yang pasti, yang menjadi pegangan rekanan,” ujarnya.

Faktor lainnya yang bisa membuat badan jalan amblas, yakni tidak adanya drainase di sepanjang jalan. Drainase wajib dibangun di kiri-kanan jalan. Agar ketika hujan, air tidak mengenangi badan jalan. Hal ini penting untuk mencegah struktur jalan tidak cepat rusak, yang disebabkan meresapnya air ke pori-pori aspal dan struktur lapis bawah badan jalan. “Pengerjaan pada musim hujan juga berpengaruh terhadap lapisan pondasi aspal,” papar Zulkarnain. [] Serambinews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.