Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Pemerintah Kota Langsa khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Langsa 8mpoten dan tidak punya kemampuan (Konsep) dalam perencanaan yang dapat mensejahterakan masyarakat.

Demikian dikatakan, salah seorang anggota DPRK Langsa Syahrial Salim, SH yang juga Ketua DPC PDI-P Kota Langsa ketika dikonfirmasi wartawan, terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (RAPBK) Langsa tahun 2017 yang diproyeksikan sebesar Rp 1.043.932.022.270, Jumat (25 /11).

Menurut Syahrial, Bappeda hanya mampu merencanakan untuk barang dan jasa serta infrastruktur saja. Sungguh sangat di sayangkan hampir setengah Trilyun anggaran RAPBK Langsa 2017 diperuntukkan untuk barang dan jasa serta insprastruktur (proyek).

Sementara sektor pemberdayaan ekonomi kerakyatan selama dalam kurun waktu lima tahun tidak pernah terjamah, seperti sektor perikanan, pertanian dan lainnya. Padahal lahan yang ada di Langsa begitu kecil, namun tidak mampu diperdayakan oleh Pemko Langsa, ungkap Syahrial.

Lihat saja dibidang pendidikan berapa banyak siswa yang berprestasi baik dibidang agama dan prestasi pendidikan umum tidak ada perhatian sama sekali oleh Pemko Langsa. Padahal panyak sekali prestasi yang diraih pelajar Kota Langsa, baik tingkat daerah, provinsi bahkan tingkat nasional.

Begitu juga home industri yang tidak pernah dibantu dan dibina oleh pemerintah. Banyak usaha kecil di gampong-gampong yang juga belum tersentuh begitu juga untuk ormas, okp dan lembga lainnya tidak pernah mendapat bantuan dan binaan.

Padahal anggaran Pemko Langsa sudah sangat mencukupi untuk mensejahterakan masyarakat. Asalkankan pemerintah mau dan mampu dalam pengelolaan demi kemakmuran rakyat Kota Langsa, ucapnya.

Akan tetapi kita melihat hari ini hanya kepentingan barang dan jasa dan inspratuktur (proyek) yang mementingkan sekelompok orang dan sejumlah dinas di Pemko Langsa.

Seharusnya, pemerintah harus bijak dalam membuat keseimbangan anggaran yang ada untuk pembangunan insprasruktur dan pembangunan ekonomi masyarakat yang sama sekali tidak terlihat. Karena sejumlah masyarakat Langsa tidak ada sumber lain sehingga meningkatnya angka pengangguran di Kota Langsa.

Maka kita harapkan Pemerintah Kota Langsa, eksekutif dan legislatif dalam menyikapi dan membahas anggaran APBK Langsa benar-benar pro rakyat dan berpihak untuk pemberdayan ekonomi masyarkat, ujar Syahrial Salim.

Maka untuk itu mari sama-sama kita kawal dalam proses pembahasan APBK tahun 2017 sebelum disahkan menjadi qanun oleh DPRK Kota Langsa, ujarnya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bening Langsa, Sukri Asma, ketika dikonfirmasi Wartawan terkait Anggaran tersebut, menyikapi RAPBK yang tidak pro rakyat itu, kita sangat menyesalkan kinerja DPRK Langsa, yang terkesan hannya stempel pembenaran kinerja eksekutif.

Ia mencontohkan, beberapa waktu yang lalu perekonomian masyarakat dibidang kreatif sudah menggeliat banyak orang dari luar Kota Langsa setiap malam sabtu dan minggu sudah membelanjakan uangnya di Kota Langsa dengan adanya kuliner dan mainan anak-anak yang ada di seputar Lapangan Merdeka.

Akan tetapi kegiatan tersebut di perhangus oleh Pemko Langsa. Sehingga para pelaku kreatif tersebut kocar-kacir dan harus gulung tikar. Seharusya kegiatan yang telah berkembang itu jangan dipaksa untuk pindah lokasi, sehingga berdampak pada meningkatnya pengangguran.

Syukri berharap penyusunan RAPBK Langsa pihak eksekutif harus benar-benar menyerap aspirasi dan kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Jangan sampai RAPBK Langsa yang akan disahkan tidak memberikan manfaat kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Seharusnya DPRK Langsa, jangan berselisih tebal, tetapi harus turut mewarnai RAPBK Langsa yang berpihak ke rakyat. Karena setelah nantinya menjadi Peraturan Daerah, merupakan produk Legislatif dan efektif, jadi sekarang mumpung masih dalam tahap pembahasan, mana saja anggaran yang tidak pro rakyat segera dikoreksi, ucap Syukri.

Kepala Bappeda Kota Langsa, Said Fadli, ketika dihubungi Wartawan Jumat (25/11) terkait tudingan tersebut mengatakan, dirinya masih ada kegiatan rapat di kantor, hingga berita ini ditayangkan. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.