Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, H Muslim Ayub SH, MM mengaku pernah dipungli oknum polisi Sumut saat melintasi perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

Pengalaman pahit ini diutarakan Muslim Ayub dalam pertemuan delegasi Komisi III DPR RI dengan Kapolda Sumut di Medan, Selasa (1/11).

Selain Sumut, kunjungan kerja Komisi III itu juga di Aceh dan bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah yang membidangi penegakan hukum.

“Pak Kapolda, saya asal Aceh. Perbatasan Sumut-Aceh sangat rawan aksi pungutan liar. Saya sendiri oernah mengalaminya,” kata politisi PAN ini. Muslim menceritakan, ketika itu, ia merahasiakan identitasnya sebagai anggota DPR. “Ya kena juga, saya,” ujarnya.

Menurut Muslim, tindakan tidak terpuji itu acap terjadi di perbatasan Aceh Tenggara, Karo, FakFak, Subulussalam, dan perbatasan dengan Aceh Tamiang.
Dalam pertemuan itu, Muslim lagi-lagi menyampaikan keluhan masyarakat Aceh pengguna pelat BL yang acap

“dikenai razia berujung pungli” saat berada di Sumut. “Tapi sebaliknya, pelat BK, bebas-bebas saja berseliweran di Aceh,” ucap Muslim.

Saat dihibungi Serambi kembali, Muslim mengaku sudah berulangkali melaooroan prihal razia BL berujung pungli tersebut. “Namun tetap saja terjadi lagi,” katanya.

Ia mengharapkan, seiring dengan semangat Pemerintah memberantas pungli, praktik tak terpuji dan memberatkan rakyat itu, bisa segera dienyahkan.

“Kita akan pantau terus ke depan, bagaimana konsistensinya,” tukas Muslim Ayub. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.