Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, - Bagi banyak orangtua, tidur bersama anak adalah saat-saat yang paling membahagiakan dalam keluarga. Akan tetapi, sebuah studi baru menemukan bahwa kebiasaan ini memiliki potensi membuat anak mudah depresi.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders tersebut mengobservasi 3.583 anak di Brazil dari usia tiga bulan hingga enam tahun.

Anak-anak tersebut kemudian dibagi menjadi empat kelompok, yaitu anak-anak yang tidak pernah tidur bersama ibunya, mereka yang hanya melakukannya saat masih sangat kecil, mereka yang baru berhenti dari kebiasaan ini, dan mereka yang tidak bisa berhenti.

Kemudian, para peneliti ini juga meminta responden untuk melakukan penilaian perkembangan dan kesehatan di mana seorang psikiater anak akan menganalisa hasilnya untuk tanda-tanda kelainan seperti depresi.

Ternyata, anak-anak yang masih belum bisa tidur sendiri memiliki kemungkinan yang jauh lebih tinggi untuk mengalami depresi.

“Kebiasaan tidur bersama yang tidak bisa hilang memiliki hubungan kuat dengan munculnya masalah internal di usia enam tahun,” tulis para peneliti.

Namun, para peneliti juga menulis bahwa mereka tidak bisa semerta-merta memutuskan bahwa tidur bersama adalah penyebab depresi anak.

Sebab, faktor lain seperti sulitnya ekonomi keluarga yang memaksa anak untuk tidur bersama orangtua bisa menjadi akar dari depresi pada anak.

Sementara itu, Akademi Dokter Anak Amerika Serikat menganjurkan orangtua untuk tidur di kamar yang sama dengan anak hingga usia enam bulan, tetapi melarang mereka untuk menggunakan ranjang yang sama.

Sebab, berbagi ranjang yang sama dengan anak, terutama yang masih sangat muda, dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti tidak sengaja menindihi sang buah hati. [] kompas.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.