Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, NEW YORK -- Sekelompok ilmuwan mengaku telah menemukan bukti ilmiah yang dapat mengungkapkan penyebab hilangnya kapal dan pesawat yang melintas di kawasan Segitiga Bermuda. Jika penemuan itu benar adanya, maka mitos terkait kawasan yang terletak di antara Bermuda, Florida (Amerika Serikat), dan Puerto Riko yang telah bertahan selama berabad-abad lamanya akan terkikis.

Dalam sebuah pernyataannya, ahli meteorologi terkemuka, Kevin Corriveau dari NBC dan Doktor Randy Cerveny dari Arizona State University mengatakan, sebuah citra satelit menunjukkan awan heksagonal aneh di atas wilayah laut tersebut bertanggung jawab hilangnya berbagai kapal dan pesawat secara misterius. Dilihat dari atas, awan muncul untuk membentuk garis enam sisi dan memiliki ukuran 32 dan 89 kilometer.

Awan berbentuk heksagonal atau segienam beraturan tersebut telah dikaitkan dengan bom udara yang dibentuk oleh microbursts. Yang dimaksud dengan microburst yakni udara yang bergerak dari atas ke bawah dengan kecepatan penuh hingga menyentuh permukaan tanah, kemudian pecah dan menyebar ke segala arah.

Dengan kecepatan 161 kilometer per jam, "bom udara" itu akan menghancurkan semua yang dilalulinya, termasuk kapal dan pesawat. Cerveny mengatakan, selain itu, bom udara itu akan menyebabkan gelombang laut setinggi 12 meter yang tentunya akan membawa malapetaka bagi setiap kapal yang berada di permukaan laut.

Corriveau menambahkan, formasi aneh di Bahama yang mungkin terjadi karena pola cuaca yang tidak menentu oleh pulau-pulau kecil disekitarnya sehingga memanaskan udara dari garis pantai Florida. Sejak 1940-an, puluhan kapal laut dan pesawat terbang telah hilang secara misterius saat melewati Segitiga Bermuda.

Banyak yang menduga bahwa itu berhubungan dengan hal mistis dan ada yang mengatakan bahwa disebakan oleh tarikan yang kuat dari kota yang hilang, Atlantis. Sebelumnya, ilmuwan asal Norwegia mengklaim, akan memecahkan misteri di Segitiga Bermuda setelah adanya penemuan serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, di lepas pantai Norwegia.

Meskipun tidak berada dekat dengan Segitiga Bermuda yang membentang dari Florida ke Puerto Rico, para ilmuwan mengatakan, kawah yang memiliki lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter, diyakini telah diciptakan oleh ledakan gelembung besar metana di sedimen dasar laut dari lepas pantai Norwegia yang kaya gas.

Para ilmuwan dari Arctic Universitas Norwegia memiliki teori bahwa hal serupa mungkin terjadi di Segitiga Bermuda dan sekarang melihat apakah gelembung-gelembung gas besar meledak, mungkin cukup untuk menenggelamkan kapal. [] tempo.co

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.