Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa mengecam keras pencatutan nama dan lambang HMI pada spanduk penolakan bendera Aceh yang dibentangkan oleh orang tidak dikenal (OTK) di tiang tower kawasan Gampong Beusa Beurano, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur pada Selasa (18/10) pagi.

HMI adalah organisasi kader bukan organisasi politik, dan HMI juga organisasi independen yang tidak akan pernah berpihak pada kepentingan politik siapapun, baik partai politik maupun perseorangan dalam Pilkada mendatang di Aceh.

"Karenanya, aksi pengibaran spanduk provokatif yang menolak bendera Aceh oleh OTK beberapa waktu lalu dengan mencatut nama dan lambang HMI, maka dengan ini kami HMI Cabang Langsa yang membawahi Aceh Timur dan Aceh Tamiang, mengecam keras tindakan dimaksud, dan secara tegas menyampaikan bahwa pengibaran spanduk tersebut diluar tanggung jawab HMI," demikian disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Langsa Khairul Rizal kepada wartawan, Senin (24/10).

Penyampaian ini dilakukan HMI menyusul keresahan yang terjadi di tengah masyarakat Aceh Timur, pascapengibaran satu lembar spanduk berbahasa Aceh yang menuliskan penolakan bendera Aceh dengan mencatut nama dan lambang HMI serta BEM Aceh di salah satu tiang tower di kawasan Gampong Beusa Beurano, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Pasalnya, akibat pemasangan spanduk yang berbau politik tersebut, banyak masyarakat Aceh Timur yang menghubungi HMI Cabang Langsa untuk meminta klarifikasi kebenaran spanduk dimaksud.

Bahkan kalangan lembaga dan ormas di Aceh Timur, termasuk mantan combatan GAM juga mempertanyakan sikap HMI atas kebenaran spanduk provokatif tersebut.

"Aceh saat ini sedang dalam tahun politik pemilihan kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota. Tentunya kondisi ini sangat rentan terhadap tindakan provokatif dengan memanfaatkan lembaga atau organisasi tertentu untuk kepentingan politik atau memperkeruh suasana di Aceh, seperti pencatutan nama dan lambang HMI serta BEM Aceh pada spanduk provikatif ini," sebut Khairul Rizal.

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat Aceh secara umum dan Aceh Timur khususnya, agar tidak terprovokasi dengan spanduk-spanduk bernada provokasi yang dipasang oleh OTK.

Khusus untuk organisasi HMI, dirinya meminta kepada masyarakat untuk segera melapor kepadanya bila ada oknum masyarakat atau OTK yang menaikan spanduk bernada provokatif dengan menggunakan nama dan lambang HMI. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.