Dilihat 0 kali

Beginilah pemandangan dapur arang yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Tamiang.  Puluhan bahkan ratusan meter kubik kayu bakau dibabat dan dipasok setiap harinya ke dapur-dapur arang yang ada di 4 kecamatan pesisir Aceh Tamiang.  Setelah menjadi arang, maka akan dikeluarkan menuju Provinsi Sumatera Utara untuk selanjutnya diekspor ke luar negeri. Apa hendak dikata, beginilah kondisi riil yang terjadi, arang-arang dari Aceh Tamiang keluar mulus tanpa ada yang menghalangi apalagi mempertanyakan keabsahan operasional dapur arang dan pengangkutannya. Akibat penebangan dan produksi arang secara ilegal ini Kabupaten Aceh Tamiang hanya mendapatkan kerusakan hutan mangrove yang semakin parah tanpa ada sedikitpun keuntungan secara finansial yang dalam hal ini penghasilan pendapan asli daerah (PAD) untuk mendongkrak dan membiayai pembangunan Kabupaten Aceh Tamiang. Apakah ke depan  akan ada pemimpin Tamiang yang peduli dengan hal ini? Semoga!  Foto : Mahdi-TN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.